Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Politisi PDIP Ingatkan Media Massa Berperan Jaga Kestabilan Bangsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 Maret 2017 11:31 11:31 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 18 Maret 2017 11:24
Bagikan
Politisi PDIP yang juga Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
Bagikan

Hidayatullah.com– Media massa diingatkan perannya dalam menjaga kestabilan bangsa Indonesia. Demikian disampaikan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey.

Bendahara Umum PDIP itu berharap pers tidak melupakan semangat awal Reformasi, yaitu menyampaikan informasi menuju masyarakat sejahtera.

“Pers pada zaman Orde Baru merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang baik dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Banyak media saat itu yang ditutup hanya karena ingin menyampaikan informasi yang benar,” ujar Gubernur Olly pada seminar “Jurnalistik Sehat, Tangkal Hoax” di Manado, Sulut, Jumat (17/03/2017) dikutip Antara.

Baca: “Pentingnya Kebebasan Pers, Jangan Larang Media yang Mengajak pada Keimanan”

Olly mengatakan, perubahan begitu cepat dalam dunia jurnalistik karena ditunjang dengan teknologi informasi. Namun, jangan melupakan semangat Reformasi bagaimana masyarakat ingin dapatkan informasi lebih awal dan benar.

Diketahui, belum lama ini sebuah media massa arus utama memberitakan tentang pelaksanaan hukum syariat Islam di Aceh, dimana judul dan sebagian isi berita itu -yang kemudian direvisi oleh redaksinya- dinilai berpotensi mengandung gesekan Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Penyabung Ayam Non-Muslim di Aceh Memilih Dihukum dengan Syariat Islam

Sebelumnya, pemberitaan banyak media massa terkhusus berbasis online soal jenazah almarhumah Hindun binti Raisman (78 tahun) yang meninggal di Karet, Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (07/03/2017) lalu, dinilai sejumlah pihak banyak yang tidak benar atau dipelintir.

Dampak pemberitaan terkait jenazah Hindun -yang disebut-sebut oleh media ditolak untuk dishalatkan di mushalla itu, dirasakan sejumlah pihak setempat membuat renggang hubungan warga dengan keluarga Hindun.

“Akhirnya lingkungan jadi tidak kondusif,” ujar salah seorang petugas kepolisian berseragam preman saat ditemui hidayatullah.com di dekat rumah Hindun, Rabu (15/03/2017) lalu. Misalnya, ungkap polisi yang enggan menyebutkan identitasnya ini, terjadi kerenggangan hubungan antara keluarga Hindun dengan imam mushalla tetangga Hindun. Padahal, menurutnya selama ini baik-baik saja.

Baca: Terkait ‘112’, Sejumlah Stasiun TV Diungkap Beritakan Hoax di Hari Pers

Pers Diharapkan Mencerdaskan Masyarakat

Olly mengatakan, di era Orde Baru selalu diatur-atur dan demokrasi tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Karena itu, kemajuan teknologi informasi yang merambah hingga dunia jurnalistik tidak sampai melupakan semangat awal Reformasi,” ujarnya lansir kantor berita itu.

Media di era sekarang, seakan berkembang tanpa kontrol, apa yang mau ditulis segera bisa terpublikasi walaupun terkadang mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik. Karena itu, Olly berharap, informasi yang disebarkan media massa mampu menjaga kestabilan bangsa dan negara, asas-asas demokrasi, profesional, dan menegakkan supremasi hukum.

“Jurnalis harus mengobarkan semangat mendukung pemberantasan korupsi. Korupsi menghambat pembangunan, karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Olly.

Politisi dari partai penguasa saat ini tersebut berharap, pers terus mengasah kompetensi, sehingga bisa mencerdaskan masyarakat dengan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang benar dan terkonfirmasi.

Baca: Ada Hoax “Putri Arab Berbusana Bali”, LKBN Antara Komitmen Perangi Berita Bohong

Diberitakan hidayatullah.com, awal Maret ini, sejumlah media massa yang dikenal pro pemerintah sempat mewartakan berita bohong (hoax) “putri Arab Saudi berbusana penari Bali” yang bersumber dari media sosial.

Hoax ini sempat menyebar luas (viral) di medsos di sela-sela kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud dari Arab Saudi ke Bali, Indonesia. Padahal, wanita yang disebut “putri Arab Saudi” tersebut adalah seorang pramugari asal Inggris.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehalmarhumah Hindun binti RaismanBaliBendahara Umum PDIPberita bohongdemokrasiGubernur Sulawesi UtaraGubernur SulutHindunhoaxhoax Putri Arab Saudihukum cambukinformasiJenazah HindunjurnalisKebebasan persKunjungan Raja Salman ke Indonesiamedia arus utamaMedia massaOlly DondokambeyOrde BaruPartai Demokrasi Indonesia Perjuanganpers era Orde Barupolitisi PDIPputri Arab SaudiRaja SalmanSARAsemangat reformasiSuku Agama Ras dan Antar golonganSyariat Islam di Acehteknologi informasiwanita Inggriswartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umrah arab Saudi Tidak untuk Jamaah Umrah, Aturan Deposit Rp 25 Juta Saat Bikin Paspor
Tulisan selanjutnya Dekati Gedung Putih Pemuda Ini Terobos Tiga Pagar Pengaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?