Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Pentingnya Kebebasan Pers, Jangan Larang Media yang Mengajak pada Keimanan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2017 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2017 13:51
Bagikan
Penulis Buku Fikih Jurnalistik, Faris Khoirul Anam.
Bagikan

ISU-isu terkait pers, media massa, dan media Islam terus menghangat ke publik belakangan ini. Apalagi beririsisan dengan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari.

Misalnya, pro kontra terkait pemblokiran sejumlah media-situs Islam oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika beberapa waktu lalu.

Juga berkaitan dengan berita-berita palsu (hoax) yang semakin memvirus. Selain isu itu, baru-baru ini timbul kontroversi terkait verifikasi media massa oleh Dewan Pers.

Terkait kebebasan pers, Penulis Buku Fikih Jurnalistik, Faris Khoirul Anam mengatakan, media Islam memandangnya sebagai sesuatu yang penting.

Faris pun menyinggung kebijakan pemerintah terhadap media-media Islam. Jangan sampai penyebaran ajaran agama, termasuk lewat media Islam, dilarang.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Lebih lengkapnya, simak wawancara Kelompok Media Hidayatullah dengan anggota Dewan Pakar Aswaja Center Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini beberapa waktu lalu!

Menag Nyatakan Kebebasan Pers Hormati Keyakinan Beragama

Bagaimana seharusnya media Islam menjalankan aktivitas agar sesuai dengan tuntunan fiqih sekaligus etika jurnalistik?

Sebenarnya banyak aturan pers –meski tidak semua—yang sejalan dengan ajaran Islam. Media Islam memandang penting kebebasan pers karena setiap Muslim memiliki kewajiban untuk ber-amar makruf nahyi munkar dan berdakwah, namun harus memperhatikan konsep dasar kerja pers.

Media Islam harus menjadi contoh kejujuran. Sempurnakan kejujuran dengan akurasi, objektif dalam menjelaskan kejadian, mematuhi kode etik jurnalistik, menolak amplop, dan memperhatikan hak cipta.

Media Islam juga harus memperhatikan larangan dalam pemberitaan, misalnya mengekspos kebohongan, merugikan nama baik, ghibah, menghina, menyebarkan pornografi, dan sebagainya.

Komisi Infokom MUI Pusat: Situs Media Islam Yang Diblokir Merupakan Produk Pers

Beberapa media yang disebut-sebut hoax lantas diblokir oleh Pemerintah. Tanggapan Anda?

Hal ini memang menjadi pro kontra ya. Secara umum kami memiliki beberapa catatan. Pertama, prosesnya, harus objektif dan melewati uji publik. Tidak dilakukan sepihak oleh pihak yang mendudukkan diri sebagai “penguasa informasi”. Harus ada pengkajian, klarifikasi, dan seterusnya.

Kedua, subjeknya. Kementerian bukanlah pengadilan. Pemblokiran adalah sanksi, dan ada lembaga tersendiri yang memiliki wewenang untuk ini.

Ketiga, standar penilaiannya. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.

Janganlah melarang penyebaran informasi (termasuk lewat media. Red) yang mengajak pada iman dan akhlak mulia, sementara informasi yang mengajak pada kekufuran, kemusyrikan, ateisme, penistaan agama, perzinaan, alkoholisme, dan sejenisnya justru dibiarkan bahkan difasilitasi.

Tangkap Jurnalis, Kepolisian Dinilai Ancam Demokrasi dan Kebebasan Pers

Apa sih yang disebut hoax dalam pandangan fiqih jurnalistik?

Hoax adalah berita palsu. Pembuatnya berusaha mengelabui pembaca agar mempercayai berita bohong yang dia palsukan.

Berita apapun bisa mengandung kebenaran atau kesalahan, kecuali berita dari Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Yang jelas, kebohongan merupakan kejahatan yang dilarang dalam ajaran Islam.

Hoax Tumbuh Akibat Ketidakpercayaan Terhadap Pemerintah dan Pers

Bagaimana tinjauan dalilnya?

Allah Subhanahu Wata’ala melaknat para pembohong. “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl [16]: 105).

Bagaimana mengidentifikasi bahwa suatu berita dikategorikan hoax?

Sangat butuh kecermatan dalam mengidentifikasinya. Pertama, sumber beritanya familiar atau tidak. Saat ini bertebaran website abal-abal. Ini bisa menjadi penilaian awal validitas beritanya. Kedua, perhatikan judulnya. Berita hoax biasanya judulnya cenderung bombastis.

Ketiga, lihat isinya secara umum. Jika banyak kutipan langsung, berarti penulis atau wartawannya telah melakukan wawancara kepada narasumber dan melakukan cover both side. Namun bila sebaliknya, hati-hati itu hoax.

AJI: Jokowi Ingin Kekang Kebebasan Berpendapat dan Kebebasan Pers

Keempat, tulisan hoax cenderung mengarahkan pembacanya untuk berpihak pada pihak tertentu. Biasanya berisi hate speech (ujaran kebencian), provokasi, atau hinaan.

Pemakai media sosial harus mengkaji, meneliti, memahami, sehingga bisa membedakan antara fakta dan isu. Selanjutnya harus cermat dalam mengambil keputusan, berita itu diterima atau tidak, disebarkan atau tidak.

Dalam konteks agama, ini dikenal dengan wara’, yakni kehati-hatian yang luar biasa.* Pambudi Utomo, SKR [Hasil wawancara lebih lengkap silakan baca majalah Suara Hidayatullah edisi Februari 2017 pada rubrik “Wawancara”]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita palsublokir situs islambohongBuku Fikih JurnalistikdakwahDewan Pakar Aswaja Center NUdewan persetika jurnalistikfaris khoirul anamFikih JurnalistikHari Pers NasionalhoaxHPN 2017Islam dan PersKebebasan perskebijakan pemerintahKementerian Komunikasi dan Informatikakode etik jurnalistikmedia abal-abalMedia IslamMedia massapemblokiran media islampenyebaran informasiperssitus Islamtuntunan fiqihujaran kebencianverifikasi media
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hiasi Diri Kita dengan Sifat Malu
Tulisan selanjutnya Komnas HAM: Pendataan Ulama Timbulkan Ketakutan Publik, Sebaiknya Dievaluasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?