Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Madinah Zaman Nabi adalah Negara Maju

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Maret 2017 06:50 6:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Maret 2017 06:50
Bagikan
Masjid Nabawi di Madinah
Bagikan

Hidayatullah.com–Negara Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tahun 622 M, adalah sebuah negara maju; dalam arti negara itu merupakan negara ideal dalam perspektif peradaban Islam.  Hal itu disampaikan oleh Dr. Adian Husaini dalam acara Kajian Bulanan di Masjid Darut Tauhid Bandung, Ahad (19/03/2017).

Merujuk kepada QS 7:96, Adian menjelaskan bahwa negara ideal (negara maju) adalah “negara taqwa”, yakni negara yang masyarakatnya beriman dan bertaqwa. Negara seperti itulah yang akan mendapatkan kucuran berkah Allah dari langit dan bumi. “Jadi, konsep kemajuan suatu masyarakat atau suatu negara jangan hanya diukur dari aspek materi saja, seperti aspek pendapatan per kapita,” kata Adian di hadapan ratusan jamaah Darut Tauhid.

Merujuk kepada konsep kemajuan manusia yang digagas oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Adian menguraikan konsep kemajuan jiwa manusia. Secara hakiki, manusia yang maju, adalah manusia yang jiwanya mengalami proses pembersihan (tazkiyatun nafs). Jiwanya bersih dari berbagai penyakit jiwa, seperti sombong, dengki, malas, penakut, lemah, riya’, dan sebagainya.

“Lihatlah bagaimana al-Quran menjelaskan para orang tua yang bijak, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Luqman al-Hakim, dan sebagainya dalam mendidik anaknya agar mereka menjadi manusia yang maju, dalam arti menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Doktor Peradaban Islam dari ISTAC-IIUM tersebut.

Baca: Madinah, Kota yang Selalu Dirindukan

Dalam kaitan konsep kemajuan itulah, menurut Adian, negara Madinah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dan para Khulafa al-Rasyidun adalah negara maju, yang bisa dijadikan sebagai negara model yang ideal.  Karena itu, Adian menyesalkan, mengapa dalam pelajaran di sekolah-sekolah pada umumnya, para pelajar muslim tidak dikenalkan dengan konsep ideal “negara Madinah”.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ahli manuskrip kuno, Prof. Hamidullah, menulis bahwa Piagam Madinah adalah the first written constitution in the world,” jelas Adian.

Bahkan, masyarakat Madinah ketika itu adalah masyarakat yang cinta ilmu, cinta pengorbanan, dan saling mengasihi satu sama lain. Karena itu tidak heran, dalam waktu singkat, Madinah menjelma menjadi pusat peradaban di dunia. Tahun 636 M, umat Islam sudah mampu merebut Kota Jerusalem dan membangun peradaban baru yang penuh toleransi.  Merujuk pada buku “Jerusalem” karya Karen Armstrong, Adian menyebut, Umar bin Khathab adalah pemimpin pertama yang memberikan toleransi beragama di Kota Jerusalem.  Pada tahun 711 M, umat Islam mulai membangun peradaban maju dan besar di Andalusia yang berlangsung sekitar 800 tahun.

Dalam Kajian yang berlangsung sekitar 2,5 jam itu, Adian mengimbau perlunya orang tua memiliki kepedulian terhadap pendidikan sejarah bagi anak-anaknya. “Orang-orang Barat saja sampai sekarang tetap membanggakan warisan intelektual Yunani dan para intelektual masa lalu mereka. Jangan sampai anak-anak muslim tidak paham sejarah, akhirnya mereka tidak bangga dengan khazanah sejarah mereka sendiri,” jelasnya.

Baca: Madinah pada Akhir Zaman

Pada kesempatan itu Adian menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai institusi pendidikan yang utama dalam membangun peradaban Islam di masa depan. Ironisnya,  mulai TK sampai Perguruan Tinggi, para pelajar tidak diberikan pendidikan bagaimana menjadi orang tua yang baik. Pemerintah pun tidak punya kementerian pemberdayaan keluarga.

“Yang ada sekarang kementerian pemberdayaan perempuan. Padahal,  sekarang makin banyak laki-laki yang tidak berdaya, yang juga perlu diberdayakan,” kata Adian, sambil ketawa, diiringi tawa jamaah.

Secara panjang lebar, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor itu kemudian menjelaskan bagaimana tanggung jawab dan kiat orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Ia mengimbau para pemuda yang belum menikah, agar memiliki ilmu bagaimana mendidik anak, sebelum menikah. “Orang tua wajib mendidik anak-anaknya, agar anak-anaknya bisa mendidik anak-anak mereka menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dengan itu akan tercipta generasi Muslim yang makin tangguh dari masa ke masa,” paparnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khulafa al-Rasyidun Piagam MadinahKota JerusalemKota MadinahmadinahMasjid Darut TauhidNabiNabi MuhammadNegara Madinahnegara taqwapenyakit jiwaperadaban Islamperadaban madinahtazkiyatun nafs
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya INSISTS Ingin Dirikan Kampus Studi Islam
Tulisan selanjutnya MUI Akan Gelar Kongres Ekonomi Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?