Hidayatullah.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin menyatakan, bahwa pondok pesantren merupakan sarana penting bagi ulama dalam menjalankan tanggungjawabnya menyiapkan kader ulama dan tokoh perbaikan.
“Karena ulama ini dari masa ke masa akan diambil oleh Allah. Karena itu harus ada gantinya,” ujar Kiai Ma’ruf dalam sambutannya ketika membuka Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) di Komplek Majelis Adz-Zikra, Bogor, Sabtu (18/03/2017).
Karena harus adanya kaderisasi berkelanjutan, Kiai Ma’ruf menegaskan, maka posisi pondok pesantren menjadi sangat stretegis.
Tak hanya itu, sambungnya, selain besarnya tantangan umat hari ini. Seperti adanya penyesatan, pemurtadan, dan lain sebagainya.
Juga adanya gerakan perusakan seperti moral dan gerakan pelemahan seperti di bidang ekonomi.
Baca: GNPF MUI Luncurkan Koperasi 212, Targetkan Aset Rp 212 M
Karenanya, kata Kiai Ma’ruf, selain upaya untuk melakukan gerakan perlindungan dan penjagaan terhadap umat dari penyesatan aqidah. Harus ada penguatan di bidang ekonomi. Dan menurutnya, lagi-lagi pondok pesantren memiliki posisi penting dalam hal itu.
“Saya merasa bangga dengan gerakan ekonomi yang disponsori oleh pesantren,” tandasnya menutup.
Kegiatan Ijtima Nasional Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini sendiri mengangkat tema “Meneguhkan Kemandirian Pondok Pesantren, Membangun Kerjasama Ekonomi Umat dengan Semangat 212”.*