Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dampak Harga Garam Naik, Omzet Pedagang Ikan Asin Menurun Dikeluhkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2017 08:44 8:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2017 08:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah pedagang ikan asin di Pasar Tradisional Argosari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku mengalami penurunan omzet berkisar antara 20 – 30 persen, seiring meningkatkan harga ikan dampak dari kelangkaan garam.

Pedagang berharap agar pemerintah langsung turun mengatasi hal tersebut. Sebab jika dibiarkan bukan tidak mungkin para pedagang akan menutup usaha mereka karena melambungnya harga ikan asin yang ada.

Salah seorang pedagang ikan asin, Sutini di Gunung Kidul, Selasa (01/07/2017), mengatakan, semenjak harga garam mengalami kenaikan, harga ikan asin yang berada di lapak pedagang juga mengalami kenaikan berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1000 per bungkus.

“Ada peningkatan harga dari suplier,” katanya dikutip Antara.

Ia mengatakan, harga ikan asin ukuran kecil yang berisi tiga ekor ikan yang semula dijual dengan harga Rp 2.500 untuk satu beseknya kini dijual dengan harga Rp 3.500.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sedangkan harga ikan asin ukuran sedang berisi tiga ekor ikan saat ini dijual dengan harga Rp 6.000 per dari yang semula hanya Rp 5.000.

“Ikan asin berisi dua ekor sejak beberapa minggu terakhir sudah tidak dijual karena mahalnya harga yang ada,” ujarnya.

Sutini mengaku merugi akibat naiknya harga yang ada, pasalnya omzet dagangannya turun sekitar 20 -30 persen setiap harinya karena menghilangnya pembeli.

Pada hari biasa ia mampu menjual sebanyak 1.000 besek ikan, namun semenjak harga ikan naik dirinya hanya mampu menjual ikan sebanyak 500-700 besek setiap harinya.

“Pembeli terus menurun,” katanya.

Pembeli ikan asin Lutfah Dwi Febriani mengatakan ia harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli ikan yang ada. Untuk menghemat pengeluaran, para pembeli mengaku terpaksa membatasi jumlah pembelian agar pengeluaran mereka tidak membengkak.

“Semoga tidak terus naik,” ujarnya.

Tak Pengaruhi Katering Haji Ini

Sementara itu, terpisah, pengusaha katering Embarkasi Haji Jakarta-Bekasi mengaku usahanya tidak terdampak dengan kondisi kenaikan harga garam di pasaran hingga 400 persen.

“Saat tender sebelum Ramadhan, kami sudah kalkulasi potensi kenaikan seluruh bahan baku, jadi tidak sampai terpengaruh,” kata Bagian Kepegawaian Katering H Iis, Conny, di Bekasi, Selasa (01/08/2017) dikutip kantor berita itu.

Katering H Iis yang telah menggarap menu masakan bagi calon haji Jawa Barat di Embarkasi Jakarta-Bekasi, Jl Kemakmuran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi sejak 2009 itu, mengaku telah memiliki stok garam yang mencukupi dari perusahaan rekanannya.

“Jenis garam yang kami gunakan adalah garam halus yang disediakan vendor untuk seluruh menu masakan yang kami sajikan,” katanya.

Menurut dia, dalam sehari pihaknya memproduksi sekitar 1.500 porsi makanan untuk tiga kloter calon haji asal Jawa Barat.

“Mayoritas makanan memang membutuhkan bumbu garam, seperti daging, sayur, ikan, ayam, telur dan lainnya,” katanya.

Garam juga digunakan pihaknya untuk memproduksi makanan ringan seperti bakpao, pastel, sosis solo, dan lainnya.

“Setiap calon (jamaah) haji bisa makan tiga kali sehari plus dua box snack,” katanya.

Menurut Conny, dampak kenaikan harga garam tidak sampai dirasakan pengusaha makanan berskala besar seperti H Iis, namun hanya dirasakan para pengusaha kuliner yang berskala kecil.

“Mungkin dampaknya terasa pada kelompok bisnis makanan yang skalanya kecil saja. Kalau kami memang sudah punya stok garam yang cukup selama musim haji ini,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Teror atas Novel Diduga Terkait dengan Korupsi Oknum Kepolisian
Tulisan selanjutnya KontraS: Perppu Ormas Harusnya Tak Menambah Potensi Konflik di Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?