Hidayatullah.com– Sidang itsbat yang digelar Kementerian Agama dan dihadiri perwakilan ormas-ormas Islam, menetapkan 1 Zulhijjah 1438 H bertepatan dengan Rabu, 23 Agustus 2017.
“Oleh karenanya, Hari Raya Idul Adha (1438 H) jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017,” kata Sekjen Kemenag, Nur Syam, yang didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Ketua MUI Abdullah Zaedi saat jumpa pers usai sidang itsbat di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin, lansiran resmi Kemenag.
Nur Syam mengatakan, keputusan ini diambil setelah mendapatkan laporan dari tim pemantau yang berhasil melihat hilal.
Baca: Shalat Idul Adha Warga Muslim Perumnas Denpasar Bali Berlangsung Hidmat
“10 orang sudah melihat hilal, ada peneliti Boscha, perwakilan falakiyah NU, tokoh umat Islam, dan perwakilan Kantor Kementerian Agama, semua mengatakan melihat hilal,” terangnya.
Kepada masyarakat, ia mengajak untuk menggelorakan semangat berkurban. Menurutnya, berkurban bisa meningkatkan etos kerja dan etos kebersamaan.
“Dengan semangat kebersamaan, semangat harmoni, semangat kerukunan yang sudah didengungkan ke mana-mana, tahun ini kita melaksanakan hari raya bersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Baca: Perayaan Idul Adha di Al-Aqsha, Salam untuk Muslimin Indonesia
Sebelumnya, anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama Cecep Nurwendaya, menyampaikan, posisi hilal awal Zulhijjah di lokasi pemantauan Pelabuhan Ratu, tingginya mencapai 7,50 derajat, dengan jarak busur bulan – matahari 7,54 derajat, umur hilal 16 jam, 22 menit, 22 detik, dan fraksi iluminasi hilal 0,61 persen.* Andi