Hidayatullah.com– Penyerangan dan kekerasan yang kembali terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar, dikecam oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Kami mengutuk keras kejadian yang terjadi di Rakhine, negara bagian Myanmar. Penyerangan dan kekerasan yang menimpa Muslim Rohingya harus segera diakhiri. Apapun alasannya dan motifnya, kekerasan tidak bisa dibenarkan dan ditolelir,” tegas Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulisnya kepada hidayatullah.com, Senin (28/08/2017).
Baca: Hampir 100 Orang Tewas di Rakhine, Pemerintah Pindahkan Warga Non Muslim
PBNU juga mendesak organisasi-organisasi dunia untuk pro aktif menyelesaikan kekerasan yang tak kunjung selesai itu.
“Kami mendesak pihak-pihak terkait, utamanya pemerintah Myamar, Dewan Kemanan PBB, dan juga ASEAN untuk pro aktif dan mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini,” serunya.
“Perbedaan keyakinan dan ideologi tidak bisa dijadikan alasan untuk memberangus yang lain,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Islam sangat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, sehingga Nabi dan para Sahabat Nabi juga sangat menghormati sesama manusia meskipun berbeda keyakinan.
“Saya mengutip maqolah Sayyidina Ali bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan.
Ini penting diungkapkan untuk menunjukkan bahwa betapa kemanusiaan adalah basis utama untuk membangun apa yang disebut dengan perdamaian,” pungkasnya.* Andi