Hidayatullah.com — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan umat Islam yang mampu sebaiknya berdoa dengan bahasa Arab. Hal ini karena doa itu ibadah, dan setiap ibadah ada tata-cara dan tuntunanya.
“Doa adalah ibadah. Bagi umat Islam yang mampu, sebaiknya berdoa dalam bahasa Arab, terutama jika terdapat contoh dan tuntunan dari Alquran dan Sunnah,” ungkap Abdul Mu’ti melalui akun Twitter-nya, Rabu (01/12/2021).
Lebih lanjut, Mu’ti menuturkan doa adalah salah satu jenis ibadah di dalam Islam. Secara umum, terdapat doa yang merupakan bagian dari ibadah mahdlah. Misalnya, doa di dalam ibadah sholat yang semuanya dalam bahasa Arab.
Selanjutnya, ada doa-doa di luar ibadah mahdlah. Doa-doa tersebut sebagian merupakan doa yang dibaca oleh para Nabi yang termaktub di dalam Alquran dan hadits. Mu’ti menjelaskan semua doa tersebut dalam bahasa Arab.
Karena itu, ia mengimbau bagi umat Islam yang mampu, sebaiknya membaca doa yang dicontohkan oleh para Nabi. Sementara bagi yang tidak mampu membaca bahasa Arab dengan baik atau berdoa di luar yang dicontohkan oleh para Nabi, Mu’ti mengatakan boleh berdoa dalam bahasa apa saja, termasuk doa dalam bahasa Indonesia atau bahasa yang lainnya.
“Bagi yang kurang fasih dalam bahasa Arab atau ingin berdoa yang khusus, boleh berdoa dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa lainnya,” ungkapnya.
Abdul Mu’ti pun menutup dengan mendo’akan agar setiap muslim dapat fasih berbahasa Arab. “Saya berdoa semoga yang belum fasih berbahasa Arab bersedia belajar sehingga dapat berdoa dengan baik.”
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang mengatakan bahwa “tuhan kita bukan orang Arab”. Dudung juga mengatakan bahwa ia terbiasa hanya berdo’a dalam bahasa Indonesia usai sholat, ia melanjutnya pernyataan itu.
“Kalau saya berdoa setelah sholat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab,” ujar Dudung saat menjadi bintang tamu di podcast “Close The Door” yang tayang di kanal Youtube milik Deddy Corbuzier pada detik 01.02.39, Rabu (1/12/2021), dikutip Hidayatullah.com.
Pernyataan ini kemudian viral di media sosial yang melahirkan banyak tanggapan di masyarakat.*