Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Jokowi Bilang KPK Harus Dijaga, Dahnil: Ditunggu Aksi Nyatanya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 September 2017 16:01 4:01 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 September 2017 15:51
Bagikan
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak, bersalaman komando dengan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dijaga. Presiden mengaku pemerintah akan terus menguatkan peran KPK.

Pernyataan Jokowi ini ditanggapi antara lain oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca: Presiden Jokowi Mengaku Takkan Biarkan KPK Diperlemah

Dahnil menunggu aksi nyata Jokowi sebagai tindak lanjut pernyataannya soal KPK itu.

Aksi nyata Presiden itu, jelas Dahnil, antara lain dengan menghentikan tingkah laku partai politik “penggerak pelemahan KPK”.

Juga dengan Presiden menyetop “kriminalisasi” terkait kasus korupsi. Dalam hal ini Dahnil mengaitkannya kasus penyerangan dengan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, 5 bulan lalu terhitung hingga Senin (11/09/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Mohon maaf, Pak (Jokowi. Red), ditunggu aksi nyatanya. Hentikan laku partai pendukung pemerintah penggerak pelemahan, stop kriminalisasi. TGPF kasus Novel,” ujar Dahnil lewat akunnya di Twitter, @Dahnilanzar, kemarin.

TGPF adalah Tim Gabungan Pencari Fakta kasus penyerangan Novel yang belakangan ini didesak oleh berbagai pihak untuk dibentuk oleh Presiden Jokowi.

Dahnil dalam banyak kesempatan mendesak Presiden membentuk TGPF kasus penyerangan Novel.

Sebelumnya, wacana terkait pembekuan atau pelemahan KPK kembali mencuat belakangan ini. Khususnya setelah anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat mengatakan, dari hasil penyelidikan panitia angket, banyak hal di KPK yang harus dibenahi dan pembenahan ini butuh waktu lama.

Maka menurut anggota parpol pro pemerintah itu, jika perlu, untuk sementara KPK disetop dulu, dan wewenang pemberantasan korupsi dikembalikan kepada kepolisian dan Kejaksaan Agung dulu. Pernyataan kader PDI-P itu menuai protes banyak pihak.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dahnil Anzar SimanjuntakHenry YosodiningratJokowiKetua Umum PP Pemuda Muhammadiyahkomisi pemberantasan korupsiKorupsiKPKNovel BaswedanNovel diserangPansus Angket KPKpelemahan KPKpemberantasan korupsipenyiraman air keraspolitisi PDI-PPresiden Joko Widodoteror NovelTGPF kasus Novel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Jokowi Mengaku Takkan Biarkan KPK Diperlemah
Tulisan selanjutnya OKI Desak Myanmar Izinkan Tim PBB Selidiki Kejahatan Kemanusiaan terhadap Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?