Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penyelesaian Krisis Rohingya, Prinsip Non-Intervensi ASEAN Perlu Dikesampingkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 September 2017 22:01 10:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 September 2017 19:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Prinsip non-intervensi ASEAN yang selama ini menjadi tameng negara-negara Asia Tenggara dinilai tidak relevan dalam penyelesaian krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.

Hal itu dikatakan Wakil Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commission of Human Right (AICHR) atau Komisi Antar-Pemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia, Dinna Wisnu, dalam diskusi di The Wahid Institute, Jakarta, Kamis (14/09/2017).

Namun, Dinna menyesalkan masih adanya sebagian pemimpin negara ASEAN yang menggaungkan Prinsip Non-Intervensi tersebut. Bahkan oleh pemerintah Indonesia sendiri.

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga alasan mengapa prinsip tersebut tidak relevan dalam penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar. Pertama, karena Indonesia sudah melakukan tahapan diplomatik melalui pembicaraan intensif dengan Myanmar.

“Indonesia juga sudah menjembatani bantuan ke Bangladesh. Artinya niat baik kita sudah ditunjukkan. Jadi tidak perlu merasa Myanmar akan terganggu,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kedua, terangnya, masalah politik dalam negeri Myanmar terbukti tidak bisa diselesaikan oleh Myanmar sendiri. Dan saat ini sudah sampai pada titik krisis kemanusiaan serta menimbulkan dampak negatif bagi kawasan.

“Bila Indonesia betul berkomitmen aktif mencari perdamaian dunia dan keadilan sosial, maka kita perlu secara kongkret mengimplementasikan itu justru pada saat krisis seperti sekarang,” paparnya.

Terakhir, lanjut Dinna, tidak elok meminta Myanmar menyelesaikan masalah ini sendiri dengan dasar prinsip non-intervensi tadi. Karena di lapangan belum ada gerakan masyakarat sipil yang kuat yang bisa menghentikan problem kemanusiaan dari dalam.

“Dan mustahil rasanya jika melihat dinamika politik di sana termasuk dengan sifat junta militer,” imbuhnya.

Apalagi, dikatakan Dinna, tokoh masyarakat dan agama juga justru terindikasi terlibat politik praktis yang secara tidak langsung memperburuk krisis kemanusiaan di sana dan membuat masyarakat tidak berani bergerak.

Masyarakat cenderung menghindari kontak langsung dengan otoritas militer dan akibatnya membentuk segregasi sosial yang tidak sehat dan hanya demi keselamatan diri sendiri.

“Jadi tidak perlu rakut melanggar prinsip non-intervensi,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#SaveRohingyaaksi bela RohingyaAksi solidaritas RohingyaASEANetnis Muslim RohingyagenosidaKekerasan RohingyaKemanusiaanSave Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AICHR: Diplomasi Indonesia Perlu Ditingkatkan ke Tahap Selanjutnya
Tulisan selanjutnya Gereja Orthodoks Armenia Istanbul Dirampok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?