Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Film G30S/PKI, Komnas HAM: Setiap Warga Berhak Tahu Sejarah Bangsanya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 24 September 2017 07:00 7:00 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 September 2017 07:00
Bagikan
(Mantan) Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution.
Bagikan

Hidayatullah.com– Setiap jelang akhir September, tema soal Partai Komunis Indonesia (PKI) selalu menghangat. Pasalnya banyak pihak yang meyakini bahwa ada indikasi kuat akan kebangkitan partai terlarang itu.

Di sisi lain, ada pihak yang berpandangan bahwa komunisme adalah ideologi bangkrut dan gagal. Karena ia tidak mampu menjawab persoalan kemanusiaan, PKI dinilai akan sulit bangkit lagi, apalagi berkembang.

Pro kontra juga terjadi soal pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI.

Baca: Dukung Nobar Film G30S/PKI, Ketua MPR: Indonesia Menolak Paham Anti-Tuhan

Kelompok yang pro pemutaran film tersebut berargumen, film itu fakta sejarah yang harus diketahui oleh anak bangsa. Gunanya agar tidak terulang lagi kejahatan kemanusiaan itu.

Sedang bagi yang kontra, menganggap ada yang tidak akurat dengan film itu. Bahkan, sudah muncul pembelaan diri, bahwa PKI tidak salah dan harus dipulihkan nama baiknya.

Dari sudut pandang hak asasi manusia (HAM), Komisi Nasional HAM menyatakan, perlu dipertimbangkan, bahwa sejatinya pemutaran film itu dimaknai sebagai upaya memberi informasi kepada warga negara tentang sejarah bangsanya.

Baca: Film G30S/PKI Dinilai Ingatkan Generasi Muda soal Pengkhianatan atas Pancasila

“Dalam perspektif HAM, setiap warga negara berhak untuk tahu (rights to know) tentang sejarah bangsanya sendiri, termasuk peristiwa pengkhianatan PKI terhadap ideologi negara, Pancasila,” ujar Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, di Jakarta, Sabtu (23/09/2017) lewat pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com.

Perlu dipertimbangkan pula, tambahnya,, terkait sikap tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mewakili negara yang mengambil inisiatif memerintahkan prajuritnya menonton bareng (nobar) film tersebut.

Baca: Film G30S/PKI, Aktivis: Peringatan 30 September Momentum Teguhkan Tap MPRS

Hal itu, imbuhnya, boleh dimaknai sebagai kehadiran pemerintah memenuhi hak-hak prajurit, dalam hal ini, hak untuk tahu sejarah bangsanya. Salah satu medianya adalah melalui film tersebut.

“Bahwa pemutaran film itu sejatinya didedikasikan, di samping untuk memenuhi hak-hak konstitusional warga negara untuk tahu sejarah bangsanya (rights to know), juga untuk mengingatkan bangsa ini supaya sejarah kelam bangsa masa lalu tidak berulang kembali,” tambah Manager.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahaya PKIG30SPKIGerakan 30 September 1965HAMkasus 1965kekejaman PKIKomisioner Komnas HAMkomnas HamkomunismeManeger Nasutionnobar film G30S/PKIpancasilaPartai Komunis Indonesiapelarangan PKIpemberontakan PKIpemutaran Film G30S/PKIsejarah bangsa Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini yang akan Dibahas Munas Alim Ulama NU 2017 di NTB
Tulisan selanjutnya pembunuh bayaran PKI Terkait PKI, Negara Harus Menjamin Peristiwa Kelam Kemanusiaan Takkan Terulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?