Hidayatullah.com– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, menegaskan dukungannya untuk menonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
Menurutnya, nobar film yang menggambarkan kekejaman PKI tersebut bagus sebagai pembelajaran bagi generasi penerus bangsa.
“Nonton bareng (film) G30S PKI ini bagus untuk pembelajaran bagi generasi muda. Siapa yang memahami sejarahnya, ia akan berkomitmen untuk memperbaiki negerinya,” terang Zulkifli dalam rilis resmi MPR RI baru-baru ini.
Baca: Film G30S/PKI Dinilai Ingatkan Generasi Muda soal Pengkhianatan atas Pancasila
Terkait sejarah kekejaman PKI, Selasa (19/09/2017) lalu, Ketua MPR mengunjungi Monumen Gubernur Suryo di Kompleks Taman Apsari, Jl Gubernur Suryo, Ngawi, Jawa Timur.
Gubernur Suryo adalah Gubernur Pertama Jatim yang gigih melawan Inggris dan Belanda, namun dibunuh PKI di Ngawi tahun 1948.
Ketua MPR mengatakan, monumen Suryo adalah bukti yang akan terus mengingatkan pentingnya bangsa Indonesia waspada komunisme.
“Gubernur Suryo adalah legenda yang berjuang membela rakyat melawan Inggris dan Belanda. Tapi tragis ia dibunuh anak bangsa sendiri oleh pengkhianatan PKI tahun 1948. Ini sejarah yang bicara,” jelasnya.
Baca: Terkait ‘Kebangkitan’ PKI, Kivlan: Bukan ‘Hantu’, Sudah Nyata, Ujungnya Minta Cabut Tap MPRS
Sebagai Ketua MPR, ia menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah bangsa yang ber-Tuhan dan karenanya menolak paham anti-Tuhan.
“Sila pertama Pancasila sudah tegaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sekaligus menolak komunisme. Ini jawaban kami atas pihak-pihak yang memutarbalikkan fakta tentang komunisme,” tegasnya.*