Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015, Din Syamsuddin, menegaskan, tidak boleh ada yang memisahkan umat Islam dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Hubungan antara umat Islam dan TNI tetap harus erat,” ujarnya dalam pengajian bulanan Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, semalam, Jumat (06/10/2017).
Pengajian kali ini mengusung tema “Islam, TNI, dan Kedaulatan Bangsa”. Turut hadir dalam pengajian ini, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.
Baca: Tulus Bantu Peserta Aksi, Prajurit TNI: “Saya Selalu Doakan Umat Islam Menang”
Din mengingatkan, jika posisi umat Islam tidak proporsional apalagi terhinakan, maka akan menggoyahkan stabilitas negara.
“Panglima (tadi) mengatakan tidak mungkin kedaulatan kemerdekaan negara tegak tanpa peran dari umat Islam. Maka jangan sampai umat Islam tidak mendapatkan tempat yang sewajarnya,” kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.
Din kemudian berbicara soal kedaulatan yang runtuh di negeri ini.
Tugas TNI, kata dia, mengawal agar sumber daya alam seperti tanah dan air tidak lenyap lantaran dijual ke asing.
Baca: Panglima TNI: Indonesia Tanpa Umat Islam Bukan Indonesia
Jika negara ingin berdaulat dan bermartabat, lanjutnya, maka para pemangku amanat negeri ini harus berwatak tauhidi, yakni tidak takut kepada siapa pun, kecuali kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
“Watak seperti inilah, saya ingin titipkan (pada TNI). Kalau ada banyak sekali pengaruh Jenderal Soedirman dalam TNI, maka kriteria prajurit dan perwira TNI sejati itu tidak hanya profesional segala macam. Kalau bisa ditambah, prajurit-prajurit yang berwatak. Dan wataknya tidak jauh dari nilai-nilai dasar kita: Pancasila dan juga berkomitmen kepada agamanya masing-masing,” terangnya.
Pengajian bulanan PP Muhammadiyah kali ini dirasa luar biasa oleh Din. “Biasanya tidak sebanyak ini (jamaahnya),” ucapnya.
Selain Panglima TNI, hadir juga dalam pengajian ini pengamat militer Salim Said, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan salah seorang Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari.* Andi