Hidayatullah.com — MenkoPolhukam Mahfud MD mengatakan angka kemiskinan naik sebagaimana jumlah penduduk miskin di Indonesia yang naik akibat pandemi Covid-19. Padahal ia menyebut jumlah itu sempat turun pada periode pertama Joko Widodo (Jokowi) jadi Presiden.
“Pada saat Pak Jokowi memerintah 5 tahun pertama angka kemiskinan turun menjadi 9,1, karena ada pandemi yang terakhir pada tahun ini naik lagi angka kemiskinan jadi 9,7 persen,” kata Mahfud dalam diskusi virtual Tadarus Demokrasi yang diselenggarakan MMD Initiative, Sabtu (01/05/2021).
Meski begitu, menurut Mahfud perekonomian di Indonesia secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terjadi lantaran banyaknya tindakan korupsi yang masih terus terjadi di tanah air.
“Banyak korupsinya karena negara Indonesia kaya raya dikelola walaupun koruptif itu manfaatnya tetap banyak bagi rakyat, apalagi kalau dikelolanya nanti secara bersih dari korupsi,”ujarnya.
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan saat Indonesia belum merdeka, angka kemiskinan diperkirakan mencapai 99 persen. Setelah Indonesia sudah merdeka dan dipimpin Presiden RI Soekarno angka kemiskinan yang berkurang capai 54. Lalu lanjutkan oleh Orde Baru ekonomi yang terus digenjot oleh Presiden kedua RI Soeharto yang menghasilkan angka populasi yang berkurang 18 persen.
“Terus setelah reformasi beberapa Presiden ganti dan akhir Presiden SBY angka kemiskinan tinggal 11,9 atau 11,7 persen gitu,” terangnya.*