Hidayatullah.com– Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshiddiqie, turut mengomentari ketidakhadiran Djarot Saiful Hidayat dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Gubernur DKI Jakarta, awal pekan ini.
Menurutnya, ketidakhadiran Djarot yang memilih liburan ke Labuan Bajo bersama keluarganya merupakan sikap yang kekanak-kanakan.
“Kita menyesalkan sikapnya yang kekanak-kanakan. Masa dia (Djarot) liburan di acara serah terima jabatan,” ujarnya di Kantor Pusat ICMI, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Menurutnya, apa yang dilakukan Djarot seolah-olah dengan sengaja ingin mempertontonkan kepada publik bahwa dia tidak mendukung gubernur terpilih.
“Lain kalau dia sakit atau umrah, lebih bermutu sedikit alasannya. Ini liburan, kurang ajar sekali,” ucapnya.
Baca: Djarot Saiful Hidayat: Percayalah pada Kepemimpinan Baru
Jimly menilai, sosok yang juga salah satu Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tidak pantas menjadi pejabat.
Diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, tidak hadir pada upacara pelantikan penggantinya, Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10/2017), oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebelum turun dari jabatannya, Djarot sudah mengungkapkan keinginannya untuk berlibur bersama keluarga. Dia ingin berlibur ke Labuan Bajo bersama istri dan ketiga anak perempuannya.
“Saya pertama-tama itu harus urus tanggung jawab saya sebagai orangtua kepada anak-anak, saya mau berlibur. Saya kepingin setelah ini sebentar ke Labuan Bajo sama anak-anak,” ujar Djarot kutip Kompas.com.*