Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adian: Apakah Benar Indonesia Tertinggal dari Sisi Sains?

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 November 2017 13:02 1:02 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 November 2017 13:02
Bagikan
Adian Husaini di kantor INSISTS, Kalibata, Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah pernyataan seorang menteri yang mengatakan Indonesia tertinggal dalam hal pendidikan sejauh 45 tahun dengan negara maju dan 75 tahun dari sisi sains teknologi mengundang pertanyaan.

Dalam Kajian Malam Rabu yang berlangsung di Gedung Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) yang berada di Jalan Kalibata Utara II, Selasa (31/10/2017), Dr Adian Husaini menyoal ungkapan sang menteri.

“Indonesia pendidikannya tertinggal, apanya, bagian mana yang tertinggal,” ucapnya dengan nada bertanya.

“Ini harus didudukkan secara jelas, tertinggal itu sisi apanya. Kalau survei yang pernah ada memang mengatakan kalau literasi, matematika, rakyat Indonesia rendah dibanding negara maju. Indikator ini menjadikan Indonesia disebut tertinggal,” imbuhnya.

Baca: Indonesia Siap Sumbang dalam Sains dan Teknologi di Dunia Islam

Sebelumnya banyak berita menyebutkan pendidikan di Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara maju, khususnya negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk kemampuan membaca saja, Indonesia harus menghabiskan waktu 45 tahun agar mencapai tingkat kemampuan setara mereka.

Hal tersebut pernah diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, di penghujung Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia 2017, di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (14/10/2017) petang waktu setempat.

Namun Adian menyoal, apakah benar Indonesia tertinggal dari sisi sains.

“Bukankah banyak anak Indonesia yang ahli di berbagai bidang sains dan teknologi. Orang yang ikut berkontribusi dalam teknologi 4G itu anak Indonesia. Artinya, Indonesia tidak tertinggal secara sains. Masih ada yang lain,” urainya.

Direktur Program Studi Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor itu pun menyampaikan perihal perbedaan soal kemampuan sains personal dengan negara.

“Secara personal banyak anak bangsa yang ahli sains. Jadi Indonesia tidak tertinggal. Persoalannya, teknologi sebuah negara tidak bisa diharap dengan kemampuan personal anak bangsa, tapi butuh yang namanya konsolidasi politik,” tegasnya.

Adian pun memberikan perbandingan dengan capaian Eropa kala bangkit dari abad kegelapan.

“Pada abad X, Eropa itu (peradabannya) 500 tahun tertinggal dari umat Islam. Zaman itu, Eropa gelap, sabun saja mereka belum kenal. Sementara di dalam dunia Islam, antiseptik pun sudah ada.

Kemudian Eropa melakukan konsolidasi politik, sehingga pada abad XV mereka berhasil bangkit. Di samping karakter orang Eropa memang hidup di bawah tempaan alam yang keras, sehingga harus terus belajar untuk survive (bertahan, Red),” paparnya.

Baca: Mencari Sains Islam

Sedangkan di Indonesia tidak demikian, putra-putri bangsa yang berprestasi di bidang sains dan teknologi seringkali tidak mendapat dukungan memadai dari negara.

“Eropa luar biasa usahanya untuk menghidupkan sains dan teknologi dengan mendorong warganya yang kompeten dengan konsolidasi politik,” tegasnya.

Oleh karena itu, daripada menyetujui ungkapan Indonesia tertinggal secara pendidikan dan sains hingga puluhan tahun dari negara maju, Adian mengajak umat Islam untuk melihat fakta pendidikan yang ada di Tanah Air.

“Kita harus bangga, satu-satunya bidang yang umat Islam bisa banggakan adalah pendidikan. Dalam politik, umat Islam babak belur. Dalam ekonomi umat Islam kalah. Pendidikan Islam, umat semakin percaya diri dan sudah banyak orang yang bangga dengan sekolah-sekolah Islam,” imbaunya.

Terakhir, Adian berpesan.

“Penting dilakukan dalam pendidikan nasional adalah bagaimana guru mampu menjadi teladan dalam keseharian. Sebab, kalau dilihat dari sisi konstitusi maupun kurikulum, tujuan pendidikan Indonesia ini sangat mulia, tetapi ya itu, belum ada keteladanan dalam keseharian, jadi bagaimana kita berharap generasi yang unggul,” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adian Husainidunia IslamEropaindonesiaIndonesia menduniaINSISTSInstitute for the Study of Islamic Thought and CivilizationsIslam dan sainskebangkitan Eropakebijakan politikKonferensi Tingkat TinggiKTTmenteri keuanganOKIOrganisasi Kerja Sama Islampendidikan Indonesiapendidikan islamsainssains dan teknologisains IndonesiaSri Mulyani IndrawatiTeknologi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Lelahkan Hidupmu untuk Dunia
Tulisan selanjutnya Shalat Malam, Kunci Mendidik Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?