Hidayatullah.com– Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani mengatakan, langkah pengakuan Amerika Serikat bahwa Al-Quds sebagai ibu kota Israel jelas merupakan puncak penistaan atas Tanah Suci umat Islam, selain juga telah mencoreng kehormatan dunia internasional.
“Al-Quds adalah wilayah status quo. Beberapa resolusi PBB telah dikeluarkan untuk mencegah manuver Yahudi atas Kota Al-Quds yang semakin gencar dilakukan Israel. Padahal PBB adalah lembaga dunia, representasi dari masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, semalam, Kamis (07/12/2017).
Namun, menurut LSM yang peduli pada anak dan perempuan Palestina ini, kebijakan Trump itu juga berdampak pada nasib keluarga-keluarga di Palestina.
“Sudah bisa dibayangkan penderitaan yang semakin dalam yang akan dialami keluarga di Palestina,” ungkapnya.
Baca: Keputusan Trump Pancing Kemarahan Dunia, Hamas Serukan Intifada
Ia menjelaskan, sejak pengakuan PBB atas lahirnya Israel tahun 1948, sejak itulah dunia melupakan penderitaan berkepanjangan yang dialami bangsa Palestina.
Pelanggaran hak asasi manusia, terlebih hak-hak anak oleh Israel, kata Nurjanah, terjadi secara telanjang dan dibiarkan oleh dunia internasional, baik secara sukarela atau terpaksa.
Bagi umat Islam, sambungnya, sikap AS ini seharusnya semakin memperkuat dukungan pembelaan atas bangsa Palestina dan Tanah Suci umat.*