Hidayatullah.com– Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memanggil sebanyak 9 orang, masing-masing 5 ustadz dan 4 aktivis untuk diperiksa terkait dugaan makar.
Mereka akan diperiksa bergiliran mulai Senin (27/05/2019) hingga Rabu (29/05/2019) di Kantor Unit 2 Subdit 1 Tindak Pidana Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.
“Jadi yang semuanya dipanggil ini kan ada beberapa ustadz dan beberapa aktivis Islam dengan tuduhan yang sama semua yakni kasus dugaan makar,” kata Tim kuasa hukum dari GNPF Ulama Sumut, Ade Lesmana, Ahad (26/05/2019).
Mereka yang dipanggil polisi itu adalah Ketua GNPF Ulama Sumut Ustadz Heriansyah, Ustadz Indra Suheri, Ustadz Aidan, Ustadz Sani, Ustadz Buya Leo, dan sejumlah orang lainnya seperti Rabualam, Angga Fahmi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Renaldi pengurus ACT.
Baca: Istri: Mustofa Ditangkap dalam Keadaan Tak Sehat Usai Pengajian
Ia mengatakan akan mendampingi para ustadz dan aktivis Islam tersebut untuk memenuhi panggilan yang dilayangkan oleh Polda Sumut.
“Karena ini pemanggilan dari Polda Sumut akan kita hadiri, kita akan penuhi pemanggilan itu. Ya, kita hadapilah dengan segala resikonya dan secara hukumnya jadi kita tunggu apa hasilnya setelah kita hadiri nanti,” jelas Ade Lesmana.
Ia mengatakan Ketua GNPF Ulama Sumut Ustadz Heriansyah dan Wakil Ketua GNPF Ulama Sumut, Ustadz Rafdinal juga telah menjadi terlapor dalam kasus terkait dugaan makar.
“Dari surat yang kita baca pihak pelapor itu atas nama Suheri dan satu lagi Marga Singarimbun. Dua orang itu yang melaporkan para ustadz dan aktivis ini ke Polda Sumut,” ujarnya kutip INI-Net.
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan membenarkan adanya panggilan yang dilayangkan penyidik kepada Ketua GNPF Ustadz Heriansyah dan sejumlah orang dalam kasus dugaan makar.
Akan tetapi Nainggolan menolak menjelaskan lebih jauh soal kasus itu.
“Iya benar, ada dipanggil hari Senin untuk dimintai keterangan. Kasusnya dugaan makar. Saya enggak tahu berapa kasus, yang penting dia dipanggil Senin, itu saja ya,” ujarnya, Sabtu (25/05/2019) kepada media lokal.
Ade mengungkapkan pada Senin (27/05/2019) ada dua ustadz yang dipanggil yakni Heriansyah dan Sani. Lalu, pada Selasa (28/05/2019) ada dua ustadz dan satu aktivis yang dipanggil yakni Aidan dan Buya Leo dan Rabualam.
“Rabu (29/05/2019) nanti anak-anak komunitas (aktivis) yang dipanggil. Jadi, selama tiga hari ini terus ada pemanggilanlah dan insya allah kita penuhi,” pungkasnya.*