Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Beralasan Ranah Privasi, Pendukung LGBT Dinilai Inkonsisten

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 Desember 2017 13:43 1:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 22 Desember 2017 13:43
Bagikan
Dr. Bagus Riyono, Ketua Presidium Gerakan Indonesia Beradab (GIB),
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Presidium Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono menilai, argumen pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang mengatakan negara tidak boleh memasuki ruang seks warga negara karena merupakan ranah privasi, sebagai suatu hal yang tidak konsisten.

Hal itu, terang Bagus, karena justru mereka adalah kelompok yang mengikuti paham bahwa agama tidak boleh ke ranah publik dan mereka membawa seks ke ranah publik.

Baca: LGBT Dinilai Tak Bisa Berlindung di balik Privasi

“Gerakan mereka justru membuat seks jadi ranah publik. Tapi ketika negara mau mengatur, mereka berbalik. Jadi tidak konsisten,” ujarnya kepada hidayatullah.com di sela-sela acara Kongres Keluarga Indonesia ke-2 di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Dewan Pakar Asosiasi Psikologi Islam ini menjelaskan, paham tersebut dimulai oleh Sigmund Freud, yang dikenal sebagai ‘bapak psikoanalisi’, pada abad ke-19. Dimana masyarakat Eropa sebelum Freud tidak membicarakan seks di ranah publik karena seks itu masalah privat. Sementara agama waktu itu merupakan wacana publik. Lalu Freud mengemukakan sebuah filosofi bahwa pada dasarnya manusia itu adalah makhluk seksual atau esensi dari manusia adalah libido seksual.

Baca: Ketua GNPF: Merangkul LGBT untuk Menyembuhkan, Bukan Melegalkan

Sehingga, dikatakan Bagus, masyarakat waktu itu berubah menjadi masyarakat yang terbuka dalam masalah seks, kemudian menjarah agama ke ranah privat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sampai-sampai di Amerika kalau guru mengajarkan agama di sekolah umum itu dituntut. Karena tidak boleh dibawa. Kecuali di sekolah agama atau di gereja,” ungkapnya.

Menurut Bagus, pendukung LGBT mengingkari pahamnya sendiri hanya untuk alasan supaya tidak ada yang mengatur masalah moralitas.

“Karena moralitas dianggap menghambat pemuasan seks,” tandasnya.*

Baca: AILA: Gugatan di MK Upaya Merekayasa Sosial, Bukan Kriminalisasi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaBagus Riyonobahaya LGBTbapak psikoanalisibiseksualcabulDewan Pakar Asosiasi Psikologi IslamgayGerakan Indonesia BeradabGIBhomoseksualKetua Presidium GIBlesbianlgbtmoralMoralitaspemerkosaanprivasiranah publikseksSigmund Freudtransgenderzina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Luncurkan Buku Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem
Tulisan selanjutnya ‘Peringatan Hari Ibu di Indonesia Harusnya Beda Peringatan “Mother’s Day”‘

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?