Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kecam Wacana Fiqih Produk Perang Salib, Ketua Front Santri Indonesia: Fiqih Lahir Jauh Sebelum Itu

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 12 Juni 2020 10:38 10:38 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 12 Juni 2020 08:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wacana pelajaran Fiqih adalah hasil produk Perang Salib ditolak tegas oleh Ketua Umum DPP Front Santri Indonesia Muhammad Hanif Alathas. Wacana ini menghasilkan usulan untuk mengkaji ulang pelajaran fiqih yang ada karena sudah tidak relevan lagi.

https://hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/06/11/185949/ketua-front-santri-indonesia-waspada-kurikulum-pesantren-mau-diobok-obok.html

Hanif Alathas mengingatkan Kyai dan Pesantren untuk waspada peluang kurikulum Pesantren diobok-obok dalam rangka deradikalisasi. Ia juga menegaskan bahwa hukum fiqih lahir jauh sebelum Perang Salib.

Sebelumnya Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar di kantor BNPT, Rabu (10/6/2020) mengusulkan untuk mengkaji ulang pelajaran fikih di pondok pesantren jika hendak menangkal paham radikal. Alasannya, pelajaran Fiqih sekarang adalah hasil produk era Perang Salib.

“Mari kita berfikir cerdas, Kapan Perang Salib terjadi. Perang Salib itu terjadi pada tahun 490 H sampai 670 H,” ujar Hanif Alathas dalam siaran pesan singkatnya yang diterima hidayatullah.com, Kamis (11/6/2020).

Ia menjelaskan bahwa mayoritas Umat Islam di dunia ini semenjak seabad yang lalu telah mengikuti 4 Imam Madzhab Fiqih.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Para Imam Madzhab ini adalah Imam Abu Hanifah wafat pada tahun 150 H, Imam Malik wafat pada tahun 179 H, Imam Syafi’i wafat pada tahun 204 H dan Imam Ahmad bin Hanbal wafat pada tahun 241 H.

“Empat Imam Madzhab semuanya wafat jauh sebelum Perang Salib, lantas logika mana yang membenarkan Fikih ini adalah Produk perang Salib?” Ujar alumni Universitas Al-Ahgaff Yaman ini.

Menantu Habib Rizieq Shihab ini juga menjelaskan bahwa rujukan umat Islam tentang Fiqih Politik, yakni Imam al-Mawardi yang wafat tahun 450 H, penulis kitab al-Ahkam as-Sulthoniiyah dan Imam al-Haromain yang wafat tahun 478 H penulis kitab al-Ghiyatsi hadir sebelum perang Salilb.

Kedua Imam ini menjadi rujukan Fiqih Tata Negara, termasuk membahas  tugas dan mekanisme Negara Islam dalam mengatur militer, “beliau berdua Wafat juga sebelum Perang Salib” Tegas Hanif Alathas.

“Karenanya, saya minta profesor yang mengatakan bahwa Kitab-kitab Fiqih Saat ini adalah produk Perang Salib agar mondok lagi di pesantren supaya cerdas dan tidak gagal faham.” Pungkasnya.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fiqihmadzhabmazhabPerang Salib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Ortodoks Rusia Sewot Erdogan Akan Ubah Museum Hagia Sophia Jadi Masjid 
Tulisan selanjutnya Imam Besar Al-Quds Ingatkan Rencana ‘Israel’ Merampas Wilayah Timur Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?