Hidayatullah.com– Pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sering berlindung di balik kata hak asasi manusia (HAM).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Muhammad Nur Hayid, menjelaskan, HAM itu ditutupi oleh HAM yang lain.
Baca: NU Ingatkan DPR Tidak Legalkan dan Dukung Praktik LGBT
“Kalau hak asasi manusia dijadikan sebagai landasan untuk menyatakan ‘saya bisa melakukan apa pun’, maka lebih baik orang seperti itu tidak perlu tinggal di atas muka bumi ini. Karena hak asasi kamu itu akan berbenturan dengan hak asasi saya,” ujarnya kepada hidayatullah.com kemarin di Gedung PBNU lantai 3, Jakarta.
Makna HAM itu, terang Hayid, adanya sebuah kesepakatan bersama, yakni antar manusia saling menjaga dan tidak menghancurkan.
Dia menilai anggapan perilaku LGBT tidak mengganggu orang lain sebagai omongan yang tidak bertanggung jawab.
“Lah bagaimana tidak mengganggu manusia lain, mentality (mentalitas) dari perilaku LGBT itu sangat-sangat merusak baik dari sisi psikologi maupun tatanan masyarakat,” ungkapnya.* Andi