Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Jerman Dihujani Kecaman karena Tank Leopard Dipakai Turki di Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Januari 2018 19:46 7:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Januari 2018 19:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Politisi-politisi oposisi di Jerman menanggapi dengan marah setelah melihat foto-foto yang menunjukkan tank Leopard buatan Jerman dipakai oleh Turki untuk melakukan serangan militer di Suriah, sebuah intervensi yang tidak populer di kalangan publik Jerman.

“Pemerintah Jerman tidak boleh berpaling lagi dan perlu menyatakan sikap yang jelas tentang posisinya dalam masalah serangan militer Turki atas Kurdi di Suriah,” kata anggota parlemen dan pakar pertahanan Agnieszka Brugger dari Partai Hijau.

Wanita politisi itu juga mengkritik keras sikap pemerintah Berlin dalam berurusan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dengan menyebut apa yang dilakukan oleh Kanselir Merkel dan Menlu Sigmar Gabriel sebagai “kegagalan membawa petaka.”

“Penghentian segera ekspor seluruh persenjataan ke Turki sudah sejak lama seharusnya dilakukan,” kata Brugger kepada koran Heilbronner Stimme seperti dilansir DW Selasa (23/1/2018).

Politisi senior Partai Kiri Jan Korte menyeru Kanselir Angela Merkel agar memberikan penjelasan perihal kebijakan pemerintahannya soal Turki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kritik tidak hanya datang dari oposisi. Bahkan politisi dari partainya Angela Merkel, CDU, menyeru agar Sigmar Gabriel menghentikan kesepakatan militer dengan Turki, setelah tampak di foto tank-tank Leopard digunakan di Suriah. Robert Rottgen, ketua komite kebijakan luar negeri Bundestag, kepada koran Süddeutsche Zeitung mengatakan bahwa serangan Turki itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Sangat jelas sekali bahwa Jerman tidak boleh memberikan Turki peluang untuk meningkatkan kemampuan tanknya dalam masa seperti ini, kata Rottgen.

Sejauh ini pejabat-pejabat Jerman belum bersedia memberikan penjelasan perihal pengerahan Leopard tersebut. Seorang jubir Kementerian Pertahanan mengatakan tidak jelas kapan foto tersebut diambil, sementara pejabat Kemenlu mengatakan situasinya masih belum jelas. Sementara itu, seorang jubir yang menangani urusan ekspor senjata dari Kementerian Ekonomi juga tutup mulut.

“Selain dari gambar-gambar yang ditampilkan di media, yang mana Anda semua ketahui, kami tidak memiliki informasi apapun perihal penggunaan tank-tank Leopard,” kata orang itu hari Senin (22/1/2018) seperti dikutip DW.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPAI: Kasus LGBT Pada Anak Kian Mengkhawatirkan
Tulisan selanjutnya LGBT Dianggap HAM, Begini Respons LDNU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?