Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Senator DKI: Anies Gubernur, Tak Etis Diperlakukan Seperti Itu

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 19 Februari 2018 19:31 7:31 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 Februari 2018 19:28
Bagikan
fahira idris
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bersama Fahira Idris (berjilbab) dan suaminya, Aldwin Rahadian, di Jakarta, Sabtu (25/02/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendampingi Presiden Jokowi ke podium untuk menyerahkan piala kepada tim pemenang Persija Jakarta saat perhelatan Final Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/02/2018) pekan kemarin.

Menurut Fahira, perlakuan yang diterima Anies bukan hanya menyalahi etika, aturan protokoler, tetapi juga mengecewakan sebagian besar warga Jakarta.

“Pak Anies itu sudah gubernur, bukan lagi calon gubernur dan dia punya banyak pendukung, jangan diperlakukan seperti itu. Tidak etis itu. Mungkin beliau santai diperlakukan seperti itu, tetapi kami sebagai pendukungnya tidak terima eksistensi gubernur kami dinafikan begitu saja. Saya protes keras,” tegas Fahira Idris di sela-sela menjalankan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, Senin (19/02/2018) lewat pertanyaannya kepada hidayatullah.com.

Baca: Anies Diadang Paspampres tapi Banyak Dikerumuni Orang

Fahira mengungkapkan, berbagai alasan yang dikemukan panitia maupun pihak Istana tidak lebih dari bentuk kepanikan melihat besarnya gelombang protes publik, terutama di media sosial, terhadap perlakuan tidak simpatik ini.

Alasan Final Piala Presiden 2018 bukan acara kenegaraan sehingga panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah, atau alasan ada batasan jumlah pejabat yang mendampingi Presiden saat menyerahkan piala, dinilai mencari-cari pembenaran atas insiden ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karena, jelasnya, gelaran tahun lalu kepala daerah yang timnya berlaga di final termasuk kepala daerah lokasi tempat final berlangsung (Jakarta) juga turut mendampingi Presiden.

Baca: Akun Medsos Jokowi Dibanjiri Ucapan Selamat atas Anies

Anies, lanjut Fahira, selain kepala daerah dimana tim kotanya menjadi juara juga kepala daerah di lokasi final berlangsung. Sehingga tidak ada alasan Gubernur DKI Jakarta dicegah mendampingi Presiden saat penyerahan tropi kepada para pemain Persija Jakarta.

“Di atas semua alasan protokoler atau alasan teknis lainnya, ada etika yang harusnya sudah dipahami panitia dan ini mereka terabas begitu saja,” ujar Fahira.

Menurut Fahira, alasan-alasan yang diberikan panitia atas pencegatan ini malah melebarkan isu dan persepsi publik dalam menanggapi insiden ke persoalan-persoalan lain terutama politik. Kondisi ini tidak bisa disalahkan karena memang sejak awal peristiwa ini menjadi perbincangan panas. Senator DPD RI ini pun mengatakan, persoalan ini reda jika panitia telah meminta maaf.

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, angkat bicara soal insiden pengadangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat akan mendampingi rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke podium untuk penyerahan medali dan piala kemenangan bagi klub Persija Jakarta.

Baca: Ketua SC Piala Presiden Minta Maaf: Saya Kurang Begitu Mengerti Protokoler

Maruarar mengaku, ia menyadari hal tersebut kesalahan darinya dan ia berharap tidak menyalahkan orang lain apalagi pihak Paspampres. Ia mengaku kejadian itu karena ketidakmengertiannya soal protokoler kepresidenan.

“Jadi saya harus sampaikan tidak ada yang paling bertanggung jawab yaitu saya yang paling bertanggung jawab, karena nama-namanya dari saya,” ujarnya saat konferensi pers di  Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/02/2018).

Tidak ada yang bersalah, saya yang bersalah. Saya tidak mau salahkan orang lain, saya bertanggung jawab, dan saya memohon maaf kepada Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta atas ketidaknyamanan ini, kalau ada yang salah-salah itu salah saya 100 persen,” ucapnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabAnies BaswedanDKI JakartaetikaFahira IdrisGBKGubernur DKI JakartaJokowiKetua Komite III DPD RIKetua SC Piala Presiden 2018Maruarar Siraitpanitia Piala Presiden 2018PaspampresPasukan Pengamanan PresidenPersija JakartaPiala Presiden 2018Pilpres 2019politikus PDI-Ppolitisasi sepakbolaPresiden Joko WidodoSenator DKI JakartaStadion Utama Gelora Bung KarnoSUGBK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KOKAM Minta ‘Second Opinion’ Periksa Kejiwaan Penyerang Kiai Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Berhijrah untuk Melepaskan Himpitan Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?