Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Direktur GTK M: Guru RA Harus Pandai Baca Karakter Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Mei 2018 10:46 10:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Mei 2018 10:46
Bagikan
Workshop Pengembangan Etika dan Karakter GTK RA di Bogor, Selasa (22/05/2018) berlangsung hingga Rabu (23/05/2018) .
Bagikan

Hidayatullah.com– Guru Raudlatul Athfal (RA) harus pandai membaca karakter anak. Jika salah baca, guru RA tidak akan mampu mengoptimalkan karakter anak sejak dini.

Hal disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno, saat memberikan arahan dalam Workshop Pengembangan Etika dan Karakter GTK RA di Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/05/2018).

“Jangan sampai bibit unggul salah mendidik. Kalau tidak mau menjadi bibit yang gagal, karakter anak jangan dibonsai,” tegas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini lansir Kementerian Agama.

Baca: Memilih Guru dan Sekolah yang Baik Bagi Anak (1)

Dikatakan Suyitno, guru RA harus melakukan pendekatan pada anak untuk mengetahui dan memetakan varian karakter mereka. Sehingga, pengajarannya pun akan berbeda pada setiap anak.

“Tiap anak memiliki karakter berbeda, guru tidak bisa memaksa minat seorang anak,” ujar Suyitno.

Suyitno mengilustrasikan bahwa anak yang berminat dalam menggambar akan sering menggambar. Guru tidak bisa memaksa anak yang minat menggambar untuk suka menyanyi. Begitu juga sebaliknya, anak yang minat menyanyi tidak bisa dipaksa untuk minat menggambar.

Di hadapan peserta, Suyitno berpesan, selain menjadikan anak didik berkarakter, guru RA terlebih dahulu memiliki karakter.

Baca: Imam Ahmad dan Ulama Seperti Anak Kecil di Hadapan Guru

“Kalau kita ingin menjadikan anak-anak berkarakter, maka pastikan dulu gurunya berkarakter. Tidak mungkin menjadikan anak berkarakter, jika gurunya tidak memiliki karakter,” pesan Suyitno.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 21-23 Mei 2018. Kegiatan ini diikuti 50 perwakilan GTK RA seluruh Indonesia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakDirektur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasahguruguru RAguru TKkarakter anakPendidikanpendidikan anakpendidikan karakterRARaudlatul AthfalsekolahSuyitnoTK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tujuh Orang Tewas oleh Serangan Rudal Houthi di Marib
Tulisan selanjutnya Sekolah Pattani Mencabut Larangan Bejilbab untuk Siswa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?