Hidayatullah.com– Seorang kartunis yang dianggap pernah menghina Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilaporkan tewas tenggelam.
Informasi dihimpun hidayatullah.com, beberapa waktu lalu warga Karimunjawa menemukan mayat seorang laki-laki di bagian Pulau Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Mayat ini ditemukan oleh Yono (35) seorang nelayan yang sedang mencari ikan di Takak Moncong, turut Desa Kemujan. Saat ditemukan, mayat korban sudah dalam kondisi mengenaskan.
Kapolsek Karimunjawa, Iptu Suranto, menyatakan, pihaknya mendapatkan laporan tersebut pada Jumat (01/06/2018) dan segera melakukan upaya evakuasi.
Saat ditemukan mayat tersebut tidak diketahui identitasnya. Pihaknya baru bisa mengindentifikasi korban setelah mencocokkan beberapa informasi yang ada.
Mayat yang ditemukan tersebut akhirnya diketahui bernama Jhon Tarumanegara Putra (47) seorang wisatawan asal Jakarta.
Saat melakukan kegiatan snorkeling (menyelam) di perairan Kemujan, Selasa (05/06/2018), pria ini dilaporkan tenggelam dan terseret arus, tidak ditemukan.
Jasad Jhon Tarumanegara Putra ditemukan kali pertama oleh Yono (35) seorang nelayan yang sedang mencari ikan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Karimunjawa, guna dilakukan evakuasi.
“Saat ditemukan mayat laki-laki tersebut memiliki ciri-ciri mengenakan celana pendek kolor warna hitam, ada jam karet hitam di tangan kiri dan ada tato pada lengan kanan dan kiri,” ujar Iptu Suranto, Rabu (06/06/2018) kutip laman wawasan.co.
Suranto mengatakan, saat ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan di Takak Moncong, Desa Kemujan, kondisi jenazah mengenaskan.
“Hasil pemeriksaan menyebutkan jenazah atas nama Jhon Tarumanegara Putra, wisatawan asal Jakarta,” ujar Suranto kutip metrotvnews.com.
Suranto mengatakan tak ada tanda-tanda penganiayaan. Jhon diduga meninggal karena tenggelam, dan kehabisan oksigen atau mengalami Hipoksia. Karena kondisi mayat yang tak utuh, korban dimakamkan di Pemakaman Umum Karimunjawa.
Diketahui, Jhon Tarumanegara Putra kerapkali melontarkan konten bernada hinaan terhadap Habib Rizieq di media sosial Facebook, Jonv Vniverse, termasuk lewat kartun.
Pada 12 April 2016, misalnya, ia mengunggah sebuah tulisan bernada hinaan kepada Habib Rizieq, dengan judul “Surat Sarkastik Terbuka Untuk Habib riziq (R-nya huruf kecil biar hina).”
Tulisan itu berisi ungkapan-ungkapan kasar dan menghina Habib Rizieq. Misalnya ia menulis di awal tulisan itu dengan sepenggel kalimat “Hai ziq b*g* lo,” (disensor, Red).
Ditulis pula antara lain:
“Ga usah kepedean deh, silent majority (kalau anta tau artinya) bisa dengan mudah ngobrak abrik antum punya grup kecil. Antum boleh bilang gue siapa sih, eiiits…jangan salah ny*t!! Waktu itu sempat terpikir sama gue untuk nabrakin mobil ke rombongan b*b* ente menuju acara tablig akbar ente yang nota bene tanpa Ahmad Albar.
Bagaimana kalo gue bikin propaganda yang menghasut orang2 supaya menghentikan antum punya acara apapun!? Atau mempersiapkan pasukan chaos buat mensabotase you punya hajat!? Biar antum buang hajat mur dan baut 13 berhari2…” (Disensor, Red).
“Baca Al Fatihah dari sekarang bib, mumpung mayoritas muslim mulai muak sama lo dan grup kecil antum. Buat para wakil rakyat dan masyarakat so-called civilized, kalian ga melihat habib riziq sebagai provokator mengarah ke makar!? Kalian sama hinanya dengan membiarkan habi briziq brisik terus.
Bib, gue hina pake photoshop yaa biar terkenal…cemennya.”
Menanggapi kabar tersebut, salah seorang warganet bernama Yudi Syamhudi Suyuti -yang turut mengunggah kabar tewasnya kartunis itu- menulis di akun Facebooknya:
“Nama aslinya John Tarumanegara Putra (JTP), umur 47 Tahun. Akun Facebooknya : Jonv Vniverse..
Dia membuat/ mengupload karikatur cabul yang menghina Habib Rizieq, tgl. 4 Juni 2017. (Maaf saya gak mau posting karikaturnya, kalian bisa lihat sendiri dilaman facebok si JTP).
Dia menertawakan orang2 yang marah dengan karikatur fitnahnya.Tepat setahun kemudian, tgl. 5 Juni 2018, mayatnya ditemukan sudah mati, setelah sebelumnya menghilang selama sepekan akibat tenggelam di Karimunjawa.
Begitulah akhir hidup dari orang yg suka memfitnah Ulama…
Mudah mudahan tragedi ini bisa jadi pelajaran untuk cebong cebong, agar tidak menghina dan menfitnah orang, apalagi seorang Ulama…”
Penelusuran hidayatullah.com pada lini masa Jonv Vniverse, Rabu (13/06/2018), akun ini juga pernah mengunggah kartun berisi gambar dan cerita dianggap menghina HRS tertanggal 4 Juni 2017, setahun yang lalu.
Hingga berita ini dimuat, unggahan kartun bernada penghinaan itu ramai dikomentari warganet.
Akun Watie Bunda Darry, misalnya, pada Rabu, berkomentar di situ: “Orgnya sdh mati, coretan tangannya blm dihapus dari akunnya dan sdh tdk ada kesempatan lagi utk minta maaf kpd org yg sdh dihinanya ?. Na’udzubillahi min dzaalik. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan2 spt ini ya gaes*.”