Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Empat Aspek ini akan Dibahas dalam Ijtima Ulama

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Juli 2018 05:29 5:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juli 2018 05:29
Bagikan
Suasana pembukaan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (27/07/2018) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional gelaran Gerakan Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Ulama dihadiri sekitar 500 ulama dan tokoh dari seluruh provinsi di Indonesia.

Selain mengundang lima ketua umum partai politik yang didorong untuk berkoalisi, apa saja yang akan dibahas dalam ijtima ini?

Sekretaris Pengarah Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, Dani Anwar, mengatakan, ada empat aspek yang akan dibahas, yakni ekonomi, politik, dakwah, dan kelembagaan. Nantinya keempat aspek itu akan dibahas dalam sidang komisi yang kemudian disahkan dalam sidang pleno.

Baca: Pimpinan Lima Partai Hadiri Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

Terkait Komisi Politik, Deni menjelaskan, ada empat poin yang akan didiskusikan. Pertama, tentang kriteria pemimpin dan pejabat publik. Kedua, program yang akan ditawarkan untuk pemimpin nasional dan pejabat publik. Ketiga, pakta integritas. Keempat, rekomendasi beberapa pasangan calon (paslon) pimpinan nasional.

“Umat Islam memilih pemimpin itu seperti apa sih? Itu akan dibahas dan dirumuskan oleh para ulama yang hadir, yang akan menjadi bekal untuk umat,” ujarnya di lokasi acara, Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/07/2018) malam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Ijtima GNPF Tegaskan Dorong Terbentuknya Koalisi Keumatan

Kemudian, terkait komisi dakwah, Dani menyampaikan, ada tiga poin yang dibahas. Pertama tentang pemberantasan buta huruf al-Qur’an.

“Karena ternyata faktanya sangat mencengangkan, hanya 40 persen kaum Muslimin di Indonesia yang bisa baca al-Qur’an. Ini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, terang Dani, nantinya akan ada suatu keputusan yang merupakan gerakan nasional pemberantasan buta huruf al-Qur’an di seluruh Indonesia.

Baca: Segera, Koalisi Keumatan Dideklarasikan, Capres-Cawapres Dimatangkan

Poin bahasan kedua Komisi Dakwah, yaitu gerakan shalat subuh berjamaah. Diharapkan agar shalat subuh lebih ramai bahkan sama dengan shalat Jumat.

Ketiga, lanjutnya, menyikapi jumlah kaum Muslimin di Indonesia hari ini yang hanya 80 persen. Padahal sewaktu Indonesia merdeka, jumlahnya mencapai 95 persen. Dimana berarti setelah 73 tahun merdeka terjadi penurunan -secara persentase, Red.

“Ini harus dihadapi bagaimana menformulasikan satu kebijakan menghadapi gerakan pemurtadan,” tukasnya.

Baca: Ijtima Ulama, Lima Parpol Didorong Bentuk Koalisi Keumatan

Selanjutnya, Komisi Kelembagaan. Dani menyatakan, setelah momen Aksi Bela Islam ternyata kekuatan kaum Muslimin terlihat luar biasa. Maka nantinya dimatangkan suatu forum semisal Ahlul Halli wal Aqdi, meskipun bentuknya belum disepakati secara final.

Terakhir, sambungnya, adalah Komisi Ekonomi. Dani menilai, kondisi kaum Muslimin terpuruk dalam bidang ekonomi, karenanya diharapkan pada ijtima kali ini lahir satu komite ekonomi yang berada di bawah GNPF Ulama.

Baca: GNPF Ulama: Menentukan Nama Capres Bukan Wilayah yang di Luar Partai

Komite itu nantinya yang akan mengurusi ekonomi umat. Khususnya memperbaiki aturan gerai Koperasi Syariah 212 yang sudah bermunculan.

“Di sana banyak modal kaum Muslimin, kami tidak menginginkan nasibnya tidak jelas. Nanti akan didiskusikan dan dirumuskan dengan para pakar seperti Ichsanudin Noorsy dan Syafi’i Antonio,” pungkasnya.*

Baca: GNPF: Selama Ini Ulama Hanya Jadi Stempel Politik

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BerkaryademokrasiGerakan Nasional Pengawal FatwaGNPFGNPF UlamaIjtima Ulama dan Tokoh Nasionalijtima'Ketua Umum PANKetua Umum Partai BerkaryaKetua Umum Partai GerindraKetua Umum PBBkoalisi keumatanMajelis Syuro PKSMuhammad Sohibul ImanPANPartai Gerindrapartai politikPBBperan ulamapertemuanPilpres 2019PKSpolitikPrabowo SubiantoPresiden PKSSalim Segaf Al-JufriTommy Soehartoulamaulama dan politikYusri Ihza MahendraZulkifli Hasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Amerika Serikat Bocorkan Rahasia tentang Kesepakatan Trump-Putin atas Suriah
Tulisan selanjutnya Tunisia Keluarkan Terduga Bekas Pengawal Bin Laden dari Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?