Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KH Luthfi Bashori: Liberalisme Bukan Ajaran Aswaja

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2018 05:15 5:15 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Oktober 2018 05:15
Bagikan
KH. Luthfi Bashori.
Bagikan

Hidayatullah.com— Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang KH Luthfi Bashori mengatakan, liberalisme sebagai penganut kebebasan bukanlah berasal dari ajaran Islam, apalagi lebih spesifik Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA).

Liberalisme atau liberal adalah sebuah ideologi (keyakinan), pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.

“Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama,” jelasnya dalam Kuliah Aswaja di Dalwa Hotel, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018).

Liberalisme bukan ajaran Aswaja, jelasnya, karena ajaran Aswaja itu bukan ajaran kebebasan, namun ajaran yang penuh dengan aturan.

Baik yang bersifat aturan global seperti batasan-batasan yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun Hadits, atau aturan yang lebih terinci, yaitu hasil ijtihad para ulama dalam menerjemahkan isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits, lantas dicetuskan dalam bentuk batasan ilmu Fiqih, ilmu Tasawwuf, ilmu falaq, ilmu Faraid, dan sebagainya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Wantim MUI Ingatkan Bahaya Pembiaran Komunisme dan Liberalisme

“Dari sini jelaslah, bahwa hanyalah sebuah kebohongan dan penipuan saja jika kaum liberal mengaku-ngaku sebagai penganut Aswaja. Sekalipun banyak di antara penganut liberalisme yang sengaja mendompleng kepada ormas-ormas Islam yang berasas Aswaja. Hal ini mereka lakukan dengan tujuan untuk melancarkan upaya liberalisasi ormas yang mereka masuki tersebut,” ungkap Ketua Komisi Hukum dan Fatwa MUI Kabupaten Malang ini.

Sayangnya, kata Gus Luthfi, banyak aktivis ormas Islam yang tidak sadar dan kurang peduli terhadap bahaya liberalisme yang merusak eksistensi ormas Islam yang disusupinya, khususnya dalam bidang keselamatan aqidah para anggota ormas terkait.

Ia mengatakan, liberalisme itu aslinya adalah kepanjangan tangan dari strategi kaum orientalis Barat non-Muslim, yang mana mereka sengaja mempelajari keislaman, namun bukan untuk diamalkan sesuai aturan syariat yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam serta dilestarikan oleh para ulama salaf, namun hanya untuk sekadar dipelajari dan dikaji.

Menurutnya, bilamana komunitas liberalis menemukan adanya ajaran Rasulullah yang tidak sesuai dengan selera hawa nafsu mereka, maka mereka pun tidak segan-segan berusaha merevisinya, misalnya dengan alasan ‘ajaran ini’ sudah tidak relevan untuk diterapkan pada jaman sekarang.

“Jadi, tujuan utama kaum liberal adalah upaya mereduksi ajara Islam dengan standar pemahaman kaum orientasi Barat non-Muslim,” ujarnya.

Baca: Ulama Kita Tidak Pluralis dan Tidak Liberal

Ending-nya yang terjadi, hampir setiap hasil ‘koreksi’ dari kaum liberalis terhadap ajaran Islam ini, menjadi rujukan baru bagi ‘bos-bos’ mereka di dunia Barat non-Muslim, kata dia.

Hal ini menurutnya dikarenakan kaum liberal tetap menggunakan nama-nama serta simbol-simbol keislaman, sehingga tujuan utama kaum orientalis Barat untuk menghancurkan Islam dari dalam, semakin mendekati keberhasilan.

Ia mengatakan, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata. Umat Islam haram mengikuti paham liberalisme.

“Masih segar dalam ingatan, KH Mas Subadar, kiai berpengaruh asal Pasuruan, Jawa Timur, melontarkan peringatan keras saat Muktamar NU di Boyolali, Desember 2004: “Bersihkan pengurus NU dari unsur Islam liberal.” Sebelumnya, seruan yang sama juga terjadi saat Muktamar Pemikiran NU di Situbondo, Oktober 2003,” ungkap putra KH Bashori Alwi ini.

Baca: Kaum Mu’tazilah ‘Melihat’ dengan Akal, Orang Liberal menggunanakan Nafsu

Ia mengatakan, Komisi Bahts al-Masail al-Maudhu’iyyah dalam Muktamar Boyolali juga menolak Metode Hermeneutika yang dinilai sebagai agenda kaum liberalis untuk menghancurkan Islam lewat komunitas Nahdliyyin.

“Hermeneutika adalah salah satu jenis filsafat yang mempelajari tentang interpretasi makna,” jelasnya.

Nama hermeneutika, terangnya, diambil dari kata kerja dalam bahasa Yunani hermeneuein yang berarti, menafsirkan, memberi pemahaman, atau menerjemahkan.

Jika dirunut lebih lanjut, kata kerja tersebut diambil dari nama Hermes, dewa pengetahuan dalam mitologi Yunani, yang bertugas sebagai pemberi pemahaman kepada manusia, terkait pesan yang disampaikan oleh para dewa-dewa di Olympus, masih kata Gus Luthfi.

Sejak saat itu Hermes menjadi simbol seorang duta yang dibebani dengan sebuah misi tertentu dalam keyakinan mereka,” pungkasnya.*

Baca: Liberalisasi Pemikiran Jenis ‘Pembunuhan Akidah, Lebih Kejam dari Membunuh Manusia

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Sunnah Wal Jama’ahASWAJAHermeneutikaHermeskebebasanKH. Luthfi BashoriliberalLiberalisliberalismeNahdliyinNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Ajak Kader Komunis Kampanye Anti Produk Halal
Tulisan selanjutnya BAZNAS: Kerugian Bencana Sulteng Capai Rp 24,6 Triliun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?