Hidayatullah.com– Organisasi masyarakat (ormas) Islam dan para ulama yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga unsur pimpinan daerah Garut, menyepakati bersama untuk membangun perdamaian umat bangsa dan tidak terprovokasi setelah adanya aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut.
“Sepakat untuk menjaga suasana kedamaian, serta berupaya untuk meredam situasi agar tidak terus berkembang ke arah yang tidak diinginkan,” kata Mahyar Suara perwakilan dari pertemuan ulama dan ormas di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (31/10/2018).
Baca: Ustadz Abdul Somad Lc MA Tentang Pembakaran ‘Bendera Tauhid’
Kesepakatan tersebut berdasarkan hasil pertemuan dengan ulama, dan organisasi Islam yang digagas oleh Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna. Dihadiri juga oleh Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Inf Asyraf Aziz, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, dan sejumlah pejabat lainnya.
Mahyar dalam bacaan kesepakatannya secara tertulis menyampaikan, bahwa ulama dan ormas Islam di Garut menyatakan sikap untuk menjaga kedamaian umat dan menyikapi secara bijak terkait masalah pembakaran bendera.
Baca: Polisi Jadikan 2 Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Tersangka Belakangan
Mahyar menyampaikan, hasil pertemuan itu menyepakati persoalan pembakaran bendera tersebut tidak dibawa ke arah politik.
“Sepakat untuk tidak membawa permasalahan pembakaran bendera di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut ke arah politik,” katanya.
Ia menyampaikan, para ulama dan ormas Islam di Garut menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pembakaran bendera ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai undang-undang yang berlaku.
Baca: Ormas Islam Gorontalo Beri Pernyataan Sikap terkait Pembakaran ‘Bendera Tauhid’
Selain itu, lanjut dia, dalam pertemuan tersebut menyepakati semua pihak untuk menjunjung tinggi kalimat tauhid dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sepakat untuk meningkatkan tali silaturahmi di antara ormas Islam di Kabupaten Garut serta wajib menjunjung tinggi kalimat tauhid dan menjaga NKRI,” katanya.
Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pertemuan itu untuk membangun sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kabupaten Garut tetap aman dan damai.
“Kita menegaskan seluruh elemen masyarakat, khususnya ormas Islam seluruh Kabupaten Garut bersinergi bahu membahu,” pungkasnya lansir KBRN.*