Hidayatullah.com– Helatan akbar Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah baru saja usai digelar. Semarak kegiatan yang menghadirkan lebih dari sepuluh ribu dai di Balikpapan, Kalimantan Timur, tersebut terbilang sukses di mata berbagai pihak.
“Alhamdulillah, mewakili tuan rumah kampus Gunung Tembak dan segenap jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan acara Silatnas 2018 ini,” ucap Nashirul Haq, Ketua Umum DPP Hidayatullah baru-baru ini.
Dikatakan Nashirul, setidaknya ada dua indikasi kesuksesan Silatnas. Pertama, sukses lahiriyah berupa pelayanan secara optimal. Kedua, sukses maknawiyah yaitu tercapainya konsolidasi dan penguatan visi misi serta spirit berdakwah dan ukhuwah.
“Semua itu bisa diraih hanya dengan munajat yang tak pernah kendur dan kerja keras yang tak kenal lelah dari semua pihak,” ungkap doktor lulusan Universitas Islam Internasional Malaysia.
Dalam sambutan berbeda, Pimpinan Umum Hidayatullah, Ustadz Abdurrahman Muhammad menguatkan, ukuran sukses Silatnas tidak boleh terpaku dengan hal-hal yang bersifat empirik semata.
“Sukses Silatnas itu jangan hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir. Tidak juga karena keamanan yang terjaga kondusif,” ucapnya.
Menurutnya, itu semua penting, tapi nikmat yang paling wajib disyukuri adalah karena Allah memasukkan hidayah kepada semua pihak terkait untuk semakin optimis dan bersemangat menekuni dakwah ini.
“Sukses itu karena adanya kesadaran dan kesiapan kita menjadi ansharullah (penolong agama Allah). Sukses itu tak lain karena kita siap berkorban meringankan beban saudara yang lain,” tegasnya di atas mimbar Masjid Ar-Riyadh, Balikpapan.
Tujuan utama Silatnas, masih dalam paparannya, untuk meningkatkan kualitas iman, Islam, dan ihsan setiap dai/daiyah Hidayatullah.
Pimpinan Umum mengingatkan, bahwa ke depan tantangan dakwah bakal semakin rumit dan berat di masa penuh fitnah. Dibutuhkan mujahadah dan saling sinergi untuk merekatkan persaudaraan kaum Muslimin.
“Tidak cukup dengan bekal biasa-biasa saja. Itulah pentingnya Silatnas. Kita hadir menguatkan iman, Islam, dan ihsan itu,” pungkasnya di hadapan puluhan ribu dai yang memadati arena Silatnas yang digelar pada 20-25 November lalu.
Baca: Prof Din Syamsuddin: Hidayatullah Harus Menjadi Kekuatan Penengah Umat