Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fahira Berharap Debat Pilpres 3 Menguji Validitas Gagasan Calon

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 Februari 2019 16:36 4:36 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 Februari 2019 16:35
Bagikan
Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Walau gelaran Debat Publik Pilpres 2019 putaran kedua secara umum berlangsung lebih baik dari putaran pertama, tetapi masih banyak sisi teknis dan substantif yang harus diperbaiki agar debat ketiga lebih berkualitas.

Menurut Anggota atau Senator DPD RI Fahira Idris, debat yang berkualitas harus dihadirkan sebagai salah satu strategi untuk menaikkan tingkat partisipasi pemilih yang merupakan parameter penting kesukseskan perhelatan pemilu.

Selain dari sisi teknis terutama terlalu ramainya dan riuhnya pendukung di arena debat, sisi substansi debat juga tidak kalah penting untuk diperbaiki terutama formulasi atau perumusan pertanyaan debat.

Baca: Fahira: Debat Ketiga Harus Steril dari “Tim Hore”

Dari dua debat sebelumnya, mulai dari daftar pertanyaan, lemparan pertanyaan dan jawaban masing-masing calon, selain tidak tajam dan jarang menyentuh substansi, banyak fakta dan realitas terkait tema yang tidak tersentuh.

“Mungkin untuk debat ketiga basis argumen atau bahan debat dan poin pertanyaan bisa diangkat dari visi misi dan program kerja masing-masing paslon yang terkait dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan serta sosial, dan kebudayaan. Saya yakin ada persilangan ide dan gagasan terkait tema-tema ini di antara dua paslon. Persilangan ide inilah yang harus ‘diramu’ KPU sebagai basis perdebatan,” ujarnya dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/02/2019) kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Fahira mengungkapkan, dari gelaran dua debat sebelumnya, visi misi dan program kerja atau aksi utama masing-masing paslon yang disetorkan ke KPU tidak maksimal terpaparkan.

Baca: Wapres JK Izinkan Prabowo Kuasai Lahan: Sesuai UU, Tak Ada yang Salah

Padahal, visi misi dan program kerja inilah yang akan menjadi dasar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2025 yang akan menjadi penentu wajah pembangunan prioritas bangsa ini ke depan.

“Harusnya format debat pilpres ini didesain sedemikian rupa untuk menguji gagasan atau visi misi dan program kerja calon mana yang paling valid dan paling rasionalitas.

Salah satu metodenya adalah masing-masing calon diberi ruang untuk ‘mamatahkan’ gagasan lawan debatnya. Jika model debat seperti ini mampu dihadirkan, rakyat juga akan menggunakan rasionalitas untuk memilih siapa yang pantas memimpin bangsa ini lima tahun ke depan,” jelas Senator DKI Jakarta ini.

Selain berbasis visi misi dan program kerja, isu aktual dan rekam jejak pernyataan para paslon dan tim sukses resmi masing-masing terutama di media massa terkait tema yang diangkat juga bisa jadikan amunisi perdebatan.

Baca: DPD: Pemakaian Data Akurat Prasyarat Keberhasilan Pembangunan

Misalnya, sambung Fahira, soal ketenagakerjaan terutama kaitannya dengan penyediaan lapangan kerja dan pengangguran atau cara untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan di mana masing-masing paslon punya pandangan dan fakta yang berbeda.

“Nah, persilangan gagasan, pandangan, dan fakta yang berbeda seperti ini harus menjadi bahasan utama debat agar rakyat bisa melihat calon mana yang punya validitas dan rasionalitas serta solusi cerdas terkait persoalan ini.

Saya berharap, debat ketiga nanti benar-benar menjadi debat yang menguji validitas dan rasionalitas gagasan calon, konkret dan tidak mengawang-awang,” pungkas Caleg DPD RI Dapil DKI Jakarta ini.*

Baca: Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:capres-cawapresdebat capresdebat pilpresFahira IdrisPilpres 2019
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendagri Sebut Gubernur Ganjar Tak Melanggar soal Dukung Jokowi
Tulisan selanjutnya Polemik Gereja HKBP Filadelfia, Menag Nilai PBM Masih Relevan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?