Hidayatullah.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj turut berbelasungkawa atas wafatnya Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, Rabu (11/09/2019).
“Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kami atas nama seluruh warga Nahdlatul Ulama di mana pun berada mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Presiden Indonesia yang ketiga, yaitu Profesor Doktor Insinyur BJ Habibie dengan tenang,” ujar Kiai Said kutip NU Online, Rabu.
Kiai Said menilai almarhum BJ Habibie merupakan sosok yang sangat cerdas dan jenius yang diakui dunia internasional.
Baca: AIPI: Habibie Ilmuwan & Negarawan yang Ikhlas Membangun Bangsa
Ia menilai, Habibie telah berhasil mengangkat nama baik bangsa Indonesia dengan kecerdasan dan kemampuannya.
Kiai Said pun mengajak masyarakat Indonesia agar mendoakan Habibie:
“Semoga arwahnya diterima oleh Allah dan mendapatkan ampunan-Nya. Segala amal baiknya diterima, segala kesalahannya diampuni dan ditempatkan di tempat yang sidiq di sisi Allah dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’aafihi wa’fu ‘anhu waj’alil jannata matwaahu.”
Baca: PP Muhammadiyah: Habibie Telah Memadukan Iman-Takwa dan Iptek
BJ Habibie, yang merupakan pendiri Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), berpulang ke Rahmatullah pada usia 83 tahun setelah mendapat perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/09/2019) pukul 18.05 WIB.
Diketahui, Habibie pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978 hingga Maret 1998.
Sebelumnya, istri BJ Habibie, Hasri Ainun Besari yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937, lebih dulu meninggal dunia di München, Jerman, 22 Mei 2010 pada umur 72 tahun.*