Hidayatullah.com– Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Hamdani, mengimbau warga masyarakat agar tidak membesar-besarkan perbedaan yang tidak prinsip demi menjaga ukuwah Islamiyah.
Ahmad mengatakan hal itu, Kamis, terkait adanya pembatalan tabligh akbar di Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus Al Achsaniyyah Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS).
Terkait kunjungan UAS ke Kudus, kata Ahmad, secara resmi memang tidak ada penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat, seperti NU maupun Ansor.
“Saya juga sudah menelepon dan memang tidak ada penolakan. Hanya saja, kalaupun ada pihak-pihak secara personal menelepon langsung pengasuh Ponpes ABK Al Achsaniyyah bisa juga, namun tidak mengetahui apakah ada yang demikian,” ujarnya dikutip INI-Net, Jumat (11/10/2019).
Baca: Kuliah Umum UAS Dibatalkan, Dahnil: Pimpinan UGM Anti Perbedaan
MUI Kudus berharap masyarakat Kudus tetap menjaga situasi wilayah tetap kondusif.
MUI optimistis masyarakat di Kabupaten Kudus cukup kondusif dan perbedaan pendapat seperti itu tidak begitu menjadi masalah besar, berbeda dengan masa-masa lalu dan sekarang ini mulai cair.
Ahmad menilai, perbedaan pendapat tentunya wajar-wajar saja. Jika dari penganut salafi tidak sependapat tentunya hal biasa saja karena memang perbedaan ijtihad dan cara pandang. “Karena bagi saya merupakan hal wajar, tentunya tidak perlu dibesar-besarkan,” ungkapnya.
Misalnya, terang Ahmad, UAS mengkritik film “The Santri“, tentunya hal wajar karena menurut dia memang ada ada adegan yang tidak sesuai.
“Saya pikir itu hak masing-masing dan tidak harus dibesar-besarkan dan dikaitkan-kaitkan dengan hal yang lain-lain, kemudian ada penolakan-penolakan di sana sini dengan UAS. Jangan sampai lah seperti itu,” pesannya.
Baca: Komisi Dakwah MUI Dukung Tabligh Akbar UAS di Amsterdam
UAS mengunjungi Pondok Pesantren Anak Berkebutuhan Khusus Al Achsaniyyah Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Selasa (08/10/2019) malam. Pada mulanya, UAS direncanakan untuk mengisi tabligh akbar, akan tetapi batal karena demi menjaga kemaslahatan umat.
Walau begitu, UAS tetap hadir dan mendapatkan kesempatan untuk berada di tengah-tengah para santri yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) serta meletakkan batu pertama pembangunan gedung pertemuan atau keterampilan.
Saat peletakan batu pertama itu, UAS didampingi langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Achsaniyyah Kudus Kiai Muhammad Faiq Afthoni.
Pada acara inti yang digelar di aula kecil di kompleks pondok, UAS diminta memberikan kesan dan pesannya selama kurang lebih tujuh menit dan ditutup dengan doa bersama.
Kedatangan dai kondang itu pun mendapatkan pengamanan aparat kepolisian maupun TNI, khusus polisi menerjunkan hingga 100-an personel.
Pagi harinya menyempatkan diri berkunjung ke Kompleks Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus. UAS tiba di kompleks Makam Sunan Kudus pada Rabu (09/10/2019) sekitar pukul 09.30 WIB, langsung menuju Makam Sunan Kudus.
Usai berziarah ke Makam Sunan Kudus, UAS bergegas menuju SMP-SMK NU Al Ma’ruf Kudus, lalu ke Bandara Ahmad Yani Semarang.*