Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

UAS Ingatkan Dua Hal ini Soal Film The Santri

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 19 September 2019 10:19 10:19 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 September 2019 10:19
Bagikan
Ustadz Abdul Somad (UAS).
Bagikan

Hidayatullah.com– Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) turut angkat bicara menyoroti polemik Film The Santri yang belakangan ini terus menuai kontroversi.

UAS mengomentari film tersebut untuk menjawab pertanyaan dalam secarik kertas pada sebuah acara pengajiannya baru-baru ini. Sebagaimana biasa, UAS selalu menyediakan waktu bagi jamaah untuk bertanya di penghujung ceramahnya.

“Apa pendapat Ustadz tentang film The Santri yang tidak mencerminkan kehidupan pesantren yang sebenarnya dan disutradarai oleh Livi Zheng yang kontroversi?” demikian pertanyaan tersebut yang dibacakan UAS sebagaimana video diunggah akun resmi UAS pada Selasa (18/09/2019) pantauan hidayatullah.com pukul 16.50 WIB.

Ditanya begitu, UAS lantas berkelakar, “Main mancing-mancing aja,” membuat jamaah tertawa.

Soal sikapnya film The Santri , UAS pun menyarankan jamaah untuk mengikuti apa yang sudah ada, diduga yang dimaksud adalah ajakan untuk tidak menonton film tersebut. Diketahui, di media sosial ramai tagar #BoikotFilmTheSantri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sudah banyak komentar-komentar dah, ikuti aja yang udah ada tuh. Saya yang beban lama aja belum selesai,” ujarnya, mengingatkan jamaah akan ceramahnya tentang patung yang sempat heboh dan dipersoalkan.

Soal film The Santri , UAS mengaku tidak menonton secara utuh film, tapi sempat melihat trailer filmnya. Dari trailer film The Santri, UAS mengingatkan dua hal.

Pertama, mengenai hukum seorang Muslim masuk ke dalam rumah ibadah agama lain.

“Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain. Haram! Saya tak nonton film ini sampai habis. Baru menengok trailernya aja. Tapi di dalam itu yang bisa saya komentari, pertama, masuk ke rumah ibadah.

Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat fiihissurah wattamasil, kalau di dalam tuh ada patung berhala. Maka dalam Islam, mazhab Syafi’i mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah di dalamnya ada berhala. Mazhab Syafi’i. Kita pakai mazhab apa? Mazhab Syafi’i,” terang UAS.

Baca: BKsPPI: Ada Pesan Liberalisasi Disusupkan di Film The Santri

Persoalan kedua yang disoroti UAS terkait film The Santri adalah masalah laki-laki dan perempuan berdua-duaan.

Diketahui, dalam trailer film The Santri, ada adegan dimana dua orang yang diperankan sebagai santri dan santriwati berduaan di sebuah hutan. Mengomentari itu, UAS mengutip penggalan sebuah hadits yang terjemahannya berbunyi “Janganlah laki laki berduaan dengan perempuan kecauli ada mahramnya….”

“Oleh sebab itu, maka kita jaga anak cucu kita dari perbuatan-perbuatan maksiat, bahwa ada misi-misi sesuatu di balik ini semua, wallahu a’lam bisshowab,” ujar UAS berpesan.

Dai kelahiran Asahan, Sumatera Utara ini pun mengingatkan bahwa semua umat manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala kelak.

UAS pun menyampaikan penegasan bahwa Islam sudah mengajarkan bahwa menjaga toleransi antar sesama penganut agama.

Sehingga, tegas UAS, “Islam tak perlu diajari bagaimana berinteraksi sosial dengan saudara kita non-Muslim. Karena kita sudah lama bertetangga. Apalagi orang Tanjungpinang. Seandainya orang Tanjungpinang ini ekstrem, tak akan ada orang Tionghoa di Tanjungpinang. Betul!?! Kita semuanya bisa menerima siapa pun yang datang. Semua bertetangga, berkawan besar. Tapi kalau sudah dalam masalah ibadah, ritual, tak ada tawar menawar.”

Baca: Dr Nirwan Syafrin: Pemikiran Liberal di Indonesia Semuanya Impor dari Luar

Di penghujung penjelasannya itu, UAS mengingatkan kembali akan firman Allah dalam Surat Al-Kafirun yang menegaskan sikap seorang Muslim terkait aqidah. Dalam Surat Al-Kafirun, di antara ayat-ayat (terjemahannya) berbunyi, “Untukmu agamamu, untukku agamaku.”

“Ini sekarang banyak yang tak bisa bedakan, kebablasan. Tak bisa bedakan mana toleransi, mana telor asin,” tegas dai yang kerap menyelipkan candaan di antara ceramahnya.

UAS pun mengimbau kaum Muslimin agar bersikap secara tepat dalam bertoleransi, yaitu dengan tetap menjaga aqidah terutama aqidah para generasi Muslim.

“Harus bisa dibedakan! Jangan karena toleransi mengorbankan keyakinan aqidah anak anak kita. Naudzubillah. Dan orang-orang yang pernah di pesantren pun ketika menonton itu (berkata) “ini bukan anak pesantren. Anak pesantren tak begitu.”,” pungkasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filmFilm The SantriliberalismeLivi ZhengPBNUsantritoleransiUASUstadz Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lantunan Ayat Al-Qur’an di LP Nusakambangan
Tulisan selanjutnya Dirayu Dolar Kepulauan Solomon Tak Lagi Akui Taiwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?