Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Usai Dilantik, Wamenag Zainut: Radikalisme bisa Dipicu Ketidakadilan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2019 20:00 8:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Oktober 2019 20:00
Bagikan
wamenag
Zainut Tauhid Saadi. Waketum MUI ini dilantik sebagai Wakil Menteri Agama di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Menteri Agama yang barusan dilantik, Zainut Tauhid Sa’adi, setelah pelantikannya sebagai Wamenag juga menyinggung soal radikalisme yang dinilainya sebagai persoalan yang kompleks.

Wamenag yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, radikalisme juga bisa bersumber dari masalah sosial, ekonomi, dan ketidakadilan.

“Ini sangat kompleks. Radikal tidak hanya bersumber dari paham keagamaan, tapi juga bisa bersumber dari persoalan sosial, ekonomi, ketidakadilan, dan lainnya,” ujarnya saat memberikan keterangan setelah dilantik sebagai Wamenag di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Baca: Prof Din: Arahan Jokowi ke Menag Atasi Radikalisme Sangat Tendensius

Usai dilantik, Zainut Tauhid akan mendampingi Menag Jenderal (Purn) TNI Fachrul Rozi dalam menakodai Kementerian Agama.

Menurut Wamenag Zainut, penanganan radikalisme merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena masyarakat Indonesia tentu ingin menjadi bangsa yang rukun, menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, kesusilaan, keagamaan. Sehingga menurutnya, setiap tindakan dan gerakan yang di luar nilai-nilai itu, perlu diwaspadai.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya permasalahan ini harus bisa diurai dengan baik dan dicarikan solusinya secara tepat.

“Kemenag akan serius. Harus diurai secara lebih komprehensif terkait masalah radikalisme. Kami akan mencari akar persoalannya sehingga bisa diberikan solusi sebaik-baiknya,” ujarnya.

Baca: Fachrul Razi duga Dipilih Jadi Menag karena Ceramah “Menangkal Radikalisme”

Jumat pagi, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wamenag mengaku diminta Jokowi untuk mengembangkan dakwah keagamaan, jalur madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Politisi PPP ini mengatakan, ia baru diberi tahu mengenai posisi Wamenag pada Kamis (24/10/2019) malam. Dalam tugasnya, ia akan berbagi dengan Menag, dan fokus pada pendidikan agama.

Zainut sebagai Wamenag pun akan mengawal sertifikasi halal yang kini telah dialihkan tanggung jawabnya dari MUI ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kemenag. Zainut menyoroti sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas di BPJPH yang masih mengalami proses transisi.

Baca: Ketum Muhammadiyah: Jangan Sembarangan Sebut Radikal

Narasi radikalisme juga digaungkan sebelumnya, Rabu (23/10/2019) dan Kamis (24/10/2019), oleh Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada Menteri Agama Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi. Jokowi menugaskan mantan Wakil Panglima TNI itu untuk mengatasi radikalisme.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof M Din Syamsuddin mengkritisi arahan Presiden Jokowi kepada Menag agar mengatasi radikalisme. “Arahan Presiden kepada Menteri Agama untuk mengatasi radikalisme adalah sangat tendensius,” ujar Din dalam keterangannya di Jakarta diterima hidayatullah.com, Jumat (25/10/2019).

Menurutnya, radikalisme memang harus ditolak terutama pada bentuk tindakan nyata ingin memotong akar (radix) dari NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Baca: Din: Penempatan Menag – Mendikbud Abaikan Persoalan Historis dan Psikologis

Namun demikian, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai bahwa dalam hal arahan Jokowi kepada Menag Fachrul, Presiden dan pemerintah tidak bersikap adil dan bijaksana.

Sebab, jelas Din, radikalisme, yang ingin mengubah akar kehidupan kebangsaan (Pancasila) tidak hanya bermotif keagamaan, tapi juga bersifat politik dan ekonomi.

“Sistem dan praktik politik yang ada nyata bertentangan dengan Sila Keempat Pancasila, begitu pula sistem dan praktik ekonomi nasional dewasa ini jelas menyimpang dari Sila Kelima Pancasila,” jelasnya.* SKR/dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinFachrul RaziMenagradikalismewakil menteriWamenagZainut Tauhid Sa’adi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendorong Gaya Hidup Halal setiap Individu sampai Pelaku Industri
Tulisan selanjutnya Ribuan Masyarakat Sulsel Sambut Mantan Wapres JK di Makassar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?