Hidayatullah.com– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) meminta Pemerintah Republik Indonesia segera mendesak Pemerintah Republik Rakyat China agar membuka akses informasi terkait etnis minoritas Uighur di Xinjiang, China.
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Elevan Yusmanto periode 2019-2021, hal itu diperlukan supaya tak muncul kecurigaan dari berbagai pihak atas apa yang terjadi pada Muslim Uighur.
“Kami meminta pemerintah kita untuk bisa bersikap tegas, mendesak China agar membuka informasi seluas-luasnya terkait apa sebenarnya yang terjadi di Uighur,” kata Evan panggilan akrabnya dalam keterangan medianya diterima hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (19/12/2019).
“Kalau memang tidak terjadi apa-apa seharusnya pemerintah China tidak perlu takut untuk memberi akses, jangan sampai masyarakat dunia menaruh curiga. Apalagi kabar yang beredar di media, akses berkunjung ke Uighur sangat dibatasi dan ketat,” ujar Elevan.
Ia menilai sikap Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia atas masalah Uighur sedang ditunggu dunia internasional.
“Negara kita kan anggota DK tidak tetap PBB, anggota OKI dan juga punya hubungan bilateral yang sangat baik dengan China. Seharusnya bisa berperan lebih jauh daripada hanya sekadar wait and see,” tambahnya.
“Jangan sampai aspirasi umat Islam di Indonesia yang ingin melihat Indonesia punya peran dalam masalah Uighur ini terkecewakan, sudah seharusnya pemerintah kita punya sikap,” ujarnya menegaskan.
Sebelumnya, kebijakan China terhadap kaum minoritas Uighur di Xinjiang telah menyita perhatian dunia internasional. Menurut laporan aktivis hak asasi manusia, Pemerintah China diduga telah melakukan cuci otak terhadap kaum minoritas di Xinjiang dan menempatkan jutaan orang di kamp-kamp konsentrasi.*