Hidayatullah.com– Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengungkapkan kekagumannya terhadap Resolusi Jihad.
Menag mengagumi Resolusi Jihad yang diserukan oleh KH Hasyim Asy’ari, yang baru diketahuinya setelah berakhir masa tugasnya sebagai TNI.
“Resolusi Jihad itu adalah salah satu produk Nahdlatul Ulama yang sangat strategis. Dan semua bangga dengan Resolusi Jihad itu,” ujarnya saat bertemu dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, di Semarang, Jawa Tengah kutip website resmi Kementerian Agama, Jumat (20/12/2019).
Menag mengatakan bahwa para ulama dan negarawan di Indonesia sejak masa lampau tak pernah memisahkan antara keberagamaan dan kebangsaan. Di antara contoh wujud hal itu yaitu Resolusi Jihad yang dikemukakan pendiri NU tersebut.
Menag menilai, dikeluarkannya Resolusi Jihad merupakan bukti adanya kesadaran untuk meletakkan semangat kebangsaan dan keberagamaan dalam satu kotak yang sama.
“Dari segi militer, Resolusi Jihad merupakan strategi militer yang sangat brilian. Di lain sisi, ini adalah pengamalan nilai agama untuk membela negara,” ujar mantan Wakil Panglima TNI ini, Kamis (19/12/2019) itu.
“Bayangkan, dalam Resolusi Jihad, KH Hasyim Asy’ari menyampaikan, dalam radius 68 km bila ada penjajah Belanda, maka hukumnya fardhu ‘ain bagi Muslim untuk melakukan perlawanan. Dan di luar radius 68 km, hukumnya menjadi fardhu kifayah,” imbuh.
Menurutnya, kesadaran berbangsa dan beragama semacam itu harus terus dijaga oleh umat beragama di Indonesia. “Dan Nahdlatul Ulama saya yakin bisa menjadi yang terdepan untuk menjadi contoh,” sebutnya.*