Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

DPR: Kemlu Harus Tangani Ancaman Kelaparan Jutaan PMI di Malaysia

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 21:05 9:05 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 Mei 2020 17:15
Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI, Toriq Hidayat.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Tim Pengawas DPR RI untuk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Toriq Hidayat, merasa prihatin dengan nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri jiran akibat pemberlakuan lockdown oleh Pemerintah Malaysia untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kebijakan lockdown di Malaysia sudah masuk hari ke-50 hingga Rabu (06/05/2020).

Toriq menyebutkan, temuan tim pengkajian dan penelitian Covid-19 Komnas HAM dan beberapa perwakilan ormas Indonesia yang berada di negeri jiran memperkirakan, setidaknya satu juta PMI di Malaysia terancam kelaparan akibat dari kebijakan lockdown itu.

Anggota DPR RI ini menilai pemerintah Indonesia harus menangani ancaman tersebut.

Penyebab ancaman kelaparan bagi PMI di negeri jiran, jelasnya, adalah terhalangnya penyaluran bantuan sembako kepada mereka akibat kebijakan lockdown.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Toriq yakin bahwa kebijakan akan jaminan bantuan bahan makanan bagi masyarakat miskin selama masa lockdown juga berlaku di Malaysia.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar di Malaysia harus pro aktif berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia dalam penyaluran bantuan sembako selama masa lockdown bagi PMI. Jika ada kendala dalam hal penyalurannya, diharapkan Kedubes RI bersama pemerintah Malaysia bisa mencari sumber kendala dan menghilangkan kendala yang ada,” ujar Toriq dalam rilisnya diterima hidayatullah.com pada Rabu (06/05/2020).

Kalau kendalanya karena tidak ada tenaga yang menyalurkan bantuan itu, lanjut Toriq, maka dapat bekerja sama dengan LSM-LSM Indonesia atau perwakilan ormas-ormas Indonesia yang ada di Malaysia. “Seperti NU dan Muhammadiyah atau yang lainnya untuk membantu penyaluran bantuan sembako kepada para PMI,” imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini pun mendesak Kementerian Luar Negeri RI agar terus berupaya optimal dalam memberikan perlindungan bagi seluruh PMI di Malaysia, agar ancaman kelaparan bagi 1 juta PMI tidak terjadi.

“Ungkapan bagai makan buah simalakama mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini. Jika negara-negara di dunia tidak menerapkan kebijakan lockdown atau cirkuit breaker atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau apapun namanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 maka virus ini akan terus memakan korban jiwa,” ujar Toriq.

Hingga saat ini, sambungnya, angka kematian sudah mencapai 200 ribu orang di seluruh dunia.

“Sebaliknya jika kebijakan lockdown diterapkan maka wabah Covid-19 akan berdampak buruk pada ekonomi. IMF dan World Bank menyatakan dampaknya akan lebih buruk dari krisis di tahun 2008.

Sedangkan Menteri Keuangan Indonesia khawatir krisis ekonomi pada tahun 1998 akan terulang. Roda perekonomian berhenti dan dipastikan angka kemiskinan bertambah.

Pada akhirnya, sebagian besar negara-negara di dunia lebih memilih kebijakan lockdown untuk menekan angka kematian dan bersiap menghadapi dampak krisis ekonomi,” lanjutnya.

Toriq pun mengingatkan, setiap kebijakan yang diberlakukan oleh setiap pemerintahan di negara manapun, pasti memiliki konsekuensi, baik bagi pemerintah itu sendiri maupun bagi masyarakat.

Di antara konsekuensinya yaitu kehadiran pemerintah dalam menghadapi dampak buruk dalam sebuah kebijakan.

Demikian juga kebijakan lockdown atau PSBB, dimana pemerintah, kata Toriq, harus menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan selama kebijakan lockdown atau PSBB diberlakukan. Sehingga dampak buruk dari sebuah kebijakan bisa diminimalisir.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Komisi I DPRlockdownMalaysiaPekerja Migran IndonesiaPMIToriq Hidayat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lockdown Dibuka, Warga India Antre Mengular di Toko Miras
Tulisan selanjutnya FPKS: Perppu 1/2020 Berbahaya bagi Sistem Keuangan Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?