Hidayatullah.com— Ketua Front Santri Indonesia (FSI) Habib Muhammad Hanif Alatas menjelaskan bahwa pihaknya mendorong para santri dan pondok pesantren segera melaporkan seorang buzzer politik yang dinilai menfitnah dunia santri. FSI menilai Denny Siregar, buzzer salah satu calon presiden peserta Pemilu 2020 sebelumnya mengunggah ciutan yang merugikan dunia pondok pesantren.
“Kami mengecam keras buzzer Denny Siregar yang telah memfitnah dan menghina para santri Tahfidz al-Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya sebagai “Calon Teroris”,” demikian disampaikan Habib Hanif Alatas dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Kamis (2/7/2020).
“Serta mendorong umat Islam, para santri dan alim ulama di Tasikmalaya untuk laporkan buzzer Denny Siregar ke Pihak Berwanang dan terus mengawal laporan tersebut dan mengusut sampai buzzer Denny Siregar di Penjara, “ tambahnya.
Hanif mengaku akan berkoordinasi dengan FPI Tasikmalaya melapurkan kasus unggahan di twitter tersebut. “Kami akan kawal dan koordinasi dengan FPI Tasik yang ikut bersama dengan umat Islam Tasik yang akan melaporkan Denny Siregar secara resmi,” ujarnya.
Sebelumnya, hari Selasa (30/6/2020), gerakan bernama Forum Mujahid Tasik bertemu dengan para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan Ormas di Hotel City Tasikmalaya. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan akan memperkarakan penulis ke polisi, terkait unggahannya di media sosial.
Nanang Nurjamil, Koordinator Forum Mujahid Tasikmalaya menjelaskan, pihaknya akan melaporkan dan menuntut Denny Siregar ke kepolisian. Nanang berharap agar pihak Polres Tasikmalaya bisa memanggil serta memproses Denny Siregar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihaknya juga menyampaikan akan mengadu kepada MUI Jawa Barat, MUI Pusat, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PUI Jabar dan Pusat atas narasi postingan Denny Siregar tersebut. Gerakan ini dipicu oleh unggahan Denny Siregar tertanggal 27 Juni 2020, yang dinilai menfitnah para santri.
“Kita sepakat melaporkan kepada pihak berwajib, Jangan sampai dibiarkan berkeliaran bebas menghina umat Islam, kata salah satu peserta pertemuan dikutip laman Radartasikmalaya.
Sebelumnya, melalui media sosial, Denny Siregar diduga mengunggah foto santri memegang bendera kalimat Tauhid dengan keterangan “ADEK2KU CALON TEORIS YANG ABANG SAYANG…..”. Meski postingan itu telah dihapus, namun beberapa pihak mendukung masalah ini ke pengadilan. Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum ikut bersikap terkait tulisan Denny Siregar tersebut.
Sementara itu, dalam sebuah keterangan video yang disebar di media social, pihak Tahfidz al-Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya yang diwakili Ustad Ahmad Ruslan Abdul Gani membantah santri-santrinya calon teroris. Menurutnya, mayoritas para santri adalah anak yatim duafha dan penghafal Al-Quran yang diharap setia membela negara dan bangsa.
“Mereka dididik menjadi ahli Al-Quran mereka itu adalah aset bangsa aset negara yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini untuk ke depannya,”ujar Ustad Ahmad Ruslan.*