Hidayatullah.com–Kaum Muslimin di kawasan Malang Raya (Jatim) berduka. Salah satu ulama panutan, KH Abdul Wahid Ghozali (50 tahun), wafat tadi sekitar jam 05.30 WIB (04/07/2020).
Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang ini wafat ketika mengajar tahsin al-Qur’an di hadapan para santrinya di Pesantren As-Salam Singosari, Malang.
“Kyai sudah duduk di kursi siap mengaji, mendadak ambruk. Padahal tidak ada tanda-tanda beliau sakit,” ujar Muhammad, salah satu santri, sambil terisak.
Ulama yang akrab dipanggil Gus Wahid ini dikenal sebagai pemersatu umat. Juga dikenal dekat dengan semua kalangan ulama dan umara.
“Beliau akrab dengan semua kalangan lintas organisasi, lintas mazhab, lintas harakah, lintas partai, dan semuanya. Beliau guru kita semua, semoga husnul khatimah,” ujar Ustadz Abdullah Sholeh al-Hadrami, salah satu ulama di Malang.
“Kita semua kehilangan dan kita semua bersaksi bahwa beliau ini seorang sahabat yang luar biasa kiprahnya dalam dakwah,” kata KH Choirul Anam, pengurus Gerakan Aswaja Malang (GAMAL).
Selama ini Gus Wahid juga dikenal sebagai pembina klub sepakbola Arema. Dari sini almarhum dikenal dengan sebutan Kyai Arema. Para suporter kerap diajak pengajian hingga menyantuni anak-anak yatim.
“Mengumpulkan massa itu tidak mudah. Lha ini ada kumpulan supporter, ini adalah lahan dakwah. Jika mereka tidak didakwahi, maka akan disergap oleh pihak lain yang bukan tidak mungkin akan membawa dampak negatif,” ujarnya.
Tak heran jika ada ribuan orang yang datang takziyah. Mulai dari kalangan ulama, pejabat, aparat, suporter Arema, hingga masyarakat umum. Shalat jenazah pun diadakan sampai belasan gelombang.
Gus Wahid meninggalkan 2 istri dan 6 anak, serta 80-an santri yang kebanyakan anak-anak yatim dan dhuafa. Sekarang juga sedang merintis Pesantren Tahfizhul-Qur’an untuk Muslimah.*