Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

DPR Minta Pemerintah Evaluasi KBM: Banyak Masalah, Keluarga Tak Mampu Beli Kuota, Uang SPP Tetap Sama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juli 2020 10:23 10:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2020 10:23
Bagikan
Vaksin nusantara BPOM
Saleh Partaonan Daulay
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera mengevaluasi proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan sekolah-sekolah pada era normal baru di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Sebab, jelas Anggota F PAN DPR ini, banyak keluhan dari orangtua murid terkait kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dengan pola belajar-mengajar yang diterapkan. Keluh kesah itu banyak beredar di media sosial.

Terbaru, sebagaimana diketahui, Dimas Ibnu Alias, seorang murid SMPN di Rembang, Jawa Tengah yang terpaksa belajar di sekolah sendirian akibat tidak punya smartphone untuk mengikuti pelajaran dari sekolah.

“Kasus seperti Dimas ini diyakini banyak di berbagai daerah di Indonesia. Sebab, ada banyak warga masyarakat yang tidak bisa mengakses internet. Terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok dan daerah-daerah perbatasan. Keluhan yang banyak disampaikan antara lain tidak memiliki smartphone atau komputer untuk mengakses pembelajaran dari sekolah.

Selain itu, ada banyak keluarga yang tidak mampu membeli kuota internet untuk online. Kalaupun ada, mereka tidak bisa memakainya setiap hari karena keterbatasan budget,” ungkap Saleh dalam rilisnya dikutip dari DPR RI, Senin (27/07/2020).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Keluhan proses belajar mengajar ala pandemi Covid-19 ini paling banyak dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Pasalnya, merekalah yang tinggal di rumah dan mengawasi kegiatan belajar anak-anaknya. Sedangkan para suami biasanya pergi bekerja mencari nafkah.

Bayangkan, kata Anggota Komisi IX DPR ini, jika dalam satu keluarga ada 3 atau 4 anak yang sekolah, berarti orang tuanya harus membeli 3-4 alat smartphone atau komputer. Kuota internet yang dibutuhkan pun akan lebih besar.

Belum lagi saat belajar, saat anak yang satu minta dibantu, anak yang lainnya sudah memanggil ibunya untuk mengerjakan hal lain.

Perlu diingat, tambah Saleh, tak semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah itu semuanya dapat dipahami oleh orang tua murid. Selain itu, banyak PR yang harus dikerjakan. Praktis, dengan pola belajar seperti ini, orang tua murid dipastikan akan menghabiskan waktu untuk mengurus pelajaran-pelajaran anak-anaknya.

“Padahal, urusan rumah tangga bukan hanya soal sekolah, tetapi ada banyak hal lain yang mungkin lebih kompleks. Bagi yang punya smartphone dan komputer, sering juga disalahgunakan anak-anak. Di sela-sela proses belajar mengajar itu, mereka juga bermain game. Kalau dulu orang tua dinasihati untuk tidak memberi smartphone pada anak, sekarang ini orang tua malah dituntut untuk menyiapkannya. Ini sangat dilematis dan perlu dicarikan solusinya,” seru politisi asal daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara II ini.

Selain itu, tambahnya, anak-anak yang belajar di rumah sering sekali kurang tertib. Pasalnya, aturan yang selama ini diberlakukan di sekolah, tak seluruhnya dapat dilakukan di rumah.

Tak jarang, anak-anak banyak yang belajar tidak fokus. Pelajaran olahraga pun begitu. Jika di sekolah para murid bisa langsung berolahraga di lapangan. Guru langsung mengajari murid. Sekarang ini, olahraga tersebut tentu akan sulit diterapkan

Kemudian, masih ungkap Saleh, banyak pelajaran yang memerlukan praktikum dan praktik lapangan. Seperti pelajaran biologi, kimia, dan fisika. Pelajaran-pelajaran itu sering sekali harus dengan praktikum. Dengan belajar jarak jauh, praktikum itu akan terkendala. Sedangkan pada sisi lain uang SPP juga tetap harus dibayar.

“Walaupun pola belajar mengajarnya seperti yang dijelaskan di atas, namun demikian tidak berpengaruh pada pembayaran SPP. Terutama anak-anak yang belajar di sekolah swasta. Biaya yang dikeluarkan tetap sama. Padahal, proses belajar mengajar yang dilakukan sebagian besar sudah menjadi tanggung jawab orangtua. Ini kan tentu tidak adil bagi para orang tua siswa,” ungkapnya.* (SKR)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19KBMKeluargaPendidikanSaleh Partaonan Daulay
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyambut Bulan Dzulhijjah
Tulisan selanjutnya Rohingya terombang-ambing di laut Setidaknya 24 Muslim Rohingya Dikhawatirkan Telah Tenggelam di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?