Hidayatullah.com– Kampung Sejahtera Zakat Wakaf (Zakat Wakaf Community Development) di Bangunkerto, Turi Sleman, Yogyakarta, diresmikan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi mengatakan, Kampung Sejahtera Zakat Wakaf adalah inovasi baru karena menggabungkan dua keuangan sosial yaitu zakat dan wakaf secara bersamaan.
Kampung Zakat dan Wakaf berdiri atas kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Baznas Kabupaten Sleman, Baznas Provinsi Yogyakarta, Tentara Nasional Indonesia, Kanwil Kemenag Yogyakarta, dan para Penyuluh Agama Islam di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ini merupakan inovasi baru setelah tahun 2018 dan 2019 Kemenag meresmikan Kampung Zakat Kemenag di 14 Provinsi. Sedikitnya 3.601 masyarakat mustahik dan dhuafa telah terbantu,” ujarnya pada Selasa (06/10/2020) di Yogyakarta.
Tarmizi menilai program pemberdayaan masyarakat berbasis kewilayahan seperti ini perlu ditingkatkan. Adanya Program Toko Z-Mart yang berdiri di atas tanah wakaf juga dipandang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan jamaah Masjid Jami Al-Ihsan.
Kampung Sejahtera Zakat Wakaf diharapkan punya langkah strategis sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.
“Langkah strategis seperti inovasi program beasiswa, pelatihan usaha hingga bantuan permodalan dan pendampingan diperlukan dalam membuat ekosistem pemberdayaan Kampung Sejahtera Zakat Wakaf,” kata pria kelahiran Tohor Riau ini.
Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan sinergitas antara Kemenag Pemerintah Daerah, BAZNAS, BWI, Forum Zakat, dan lembaga amil zakat untuk merealisasiklan gerakan mustahik menjadi muzaki. “Sehingga dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Tarmizi.*