Hidayatullah.com– Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin hari ini menutup Musyawarah Nasional X Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Jumat (27/11/2020). “Secara resmi Munas MUI ke-10 saya tutup,” ujarnya sekitar pukul 10.43 WIB yang disiarkan melalui Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dalam sambutannya sebelum menutup acara tersebut, Kiai Ma’ruf sempat menyebut “Imam FPI (Front Pembela Islam, red)”. Diketahui saat ini FPI dipimpin oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS).
Saat itu, Kiai Ma’ruf menyinggung terkait kepemimpinan (imamah) dalam Islam. Ketua Umum MUI periode 2015-2020 ini menyebut posisi MUI sebagai imam kelembagaan bagi ormas-ormas Islam di Indonesia.
“(MUI) sebagai lembaga yang menjadi panutan bagi umat, sekaligus sebagai imam kelembagaan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini yang berbicara dengan menunduk melihat teks di depannya di atas podium.
Kemudian, sebagaimana pantauan hidayatullah.com secara virtual, Kiai Ma’ruf mengangkat kepalanya lalu berbicara tanpa melihat teks. Katanya, “Ini ada istilah dari… (yaitu) “Imamah Institusionaliyah”. Karena ketika kita mencari “Imamah Islamiyah”, ternyata belum ada orang yang mampu tampil sebagai “Imamah Syakhsiyah“, menjadi imamnya umat Islam. Yang ada itu baru “Imamah Nahdliyah”, imamnya NU, Imamah Muhammadiyah, Imamah FPI-yah, Imamah Persis-iyah, dan yang lain-lain,” ujar Kiai Ma’ruf lalu kembali menunduk membaca teks, menyebutkan sejumlah ormas-ormas Islam di Indonesia.
Oleh karena itu, sambung Kiai Ma’ruf, harus ada imamah, dalam rangka melakukan gerakan-gerakan yang terkoordinasi. “Dan salah satu alternatifnya adalah adanya Imamah Institusionaliyah, yaitu imam kelembagaan. Yang jadi imam bukan orang, tapi lembaga dan lembaga yang paling memenuhi kriteria untuk menjadi Imamah Institusionaliyah adalah Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya yang kembali tidak membaca teks.
Kiai M’aruf lantas berpesan bahwa MUI sebagai imam kelembagaan agar memberikan contoh bagi ormas-ormas Islam lainnya, khususnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.
Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com awal bulan ini, Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, menyebut bahwa Kiai Ma’ruf dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) memiliki hubungan baik sebagai sesama ulama.
“Rizieq itu sama Wapres (Ma’ruf Amin) hubungannya baik. Rizieq itu memang organisasinya FPI. Akan tetapi, latar belakang beliau sebenarnya adalah Nahdlatul Ulama, jadi samalah dengan Wapres,” ujar Masduki di Jakarta, Jumat (06/11/2020).
Sehingga saat itu Wapres tidak mempermasalahkan kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Belakangan sempat mencuat wacana pertemuan antara Wapres Ma’ruf dengan Habib Rizieq sebagai sebuah upaya rekonsiliasi. Namun Masduki dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11/2020) menyebutkan hingga saat itu belum ada rencana pertemuan antara Wapres dan Habib Rizieq.
Di hari yang sama secara terpisah, PP Muhammadiyah mendukung bahwa langkah yang bagus kalau Wapres Ma’ruf Amin dapat bertemu dengan Habib Rizieq. “Walaupun idealnya bisa langsung, tidak perlu mediator,” kata Sekretaris Umum PP Abdul Mu’ti, Senin (23/11/2020).*