Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres KH Ma’ruf Sebut “Imamah FPI” saat Bicarakan Kepemimpinan pada Penutupan Munas X MUI

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 November 2020 11:38 11:38 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 November 2020 11:38
Bagikan
Jajaran Polri, MUI, dan GNPF MUI usai konferensi pers di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016) terkait kesepakatan soal Aksi Bela Islam III di Jakarta. Tampak antara lain KH Ma'ruf Amin, Habib Rizieq Shihab, dan KH Bachtiar Nasir.
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin hari ini menutup Musyawarah Nasional X Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Jumat (27/11/2020). “Secara resmi Munas MUI ke-10 saya tutup,” ujarnya sekitar pukul 10.43 WIB yang disiarkan melalui Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam sambutannya sebelum menutup acara tersebut, Kiai Ma’ruf sempat menyebut “Imam FPI (Front Pembela Islam, red)”. Diketahui saat ini FPI dipimpin oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS).

Saat itu, Kiai Ma’ruf menyinggung terkait kepemimpinan (imamah) dalam Islam. Ketua Umum MUI periode 2015-2020 ini menyebut posisi MUI sebagai imam kelembagaan bagi ormas-ormas Islam di Indonesia.

“(MUI) sebagai lembaga yang menjadi panutan bagi umat, sekaligus sebagai imam kelembagaan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini yang berbicara dengan menunduk melihat teks di depannya di atas podium.

Kemudian, sebagaimana pantauan hidayatullah.com secara virtual, Kiai Ma’ruf mengangkat kepalanya lalu berbicara tanpa melihat teks. Katanya, “Ini ada istilah dari… (yaitu) “Imamah Institusionaliyah”. Karena ketika kita mencari “Imamah Islamiyah”, ternyata belum ada orang yang mampu tampil sebagai “Imamah Syakhsiyah“, menjadi imamnya umat Islam. Yang ada itu baru “Imamah Nahdliyah”, imamnya NU, Imamah Muhammadiyah, Imamah FPI-yah, Imamah Persis-iyah, dan yang lain-lain,” ujar Kiai Ma’ruf lalu kembali menunduk membaca teks, menyebutkan sejumlah ormas-ormas Islam di Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Oleh karena itu, sambung Kiai Ma’ruf, harus ada imamah, dalam rangka melakukan gerakan-gerakan yang terkoordinasi. “Dan salah satu alternatifnya adalah adanya Imamah Institusionaliyah, yaitu imam kelembagaan. Yang jadi imam bukan orang, tapi lembaga dan lembaga yang paling memenuhi kriteria untuk menjadi Imamah Institusionaliyah adalah Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya yang kembali tidak membaca teks.

Kiai M’aruf lantas berpesan bahwa MUI sebagai imam kelembagaan agar memberikan contoh bagi ormas-ormas Islam lainnya, khususnya dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com awal bulan ini, Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, menyebut bahwa Kiai Ma’ruf dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) memiliki hubungan baik sebagai sesama ulama.

“Rizieq itu sama Wapres (Ma’ruf Amin) hubungannya baik. Rizieq itu memang organisasinya FPI. Akan tetapi, latar belakang beliau sebenarnya adalah Nahdlatul Ulama, jadi samalah dengan Wapres,” ujar Masduki di Jakarta, Jumat (06/11/2020).

Sehingga saat itu Wapres tidak mempermasalahkan kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Belakangan sempat mencuat wacana pertemuan antara Wapres Ma’ruf dengan Habib Rizieq sebagai sebuah upaya rekonsiliasi. Namun Masduki dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/11/2020) menyebutkan hingga saat itu belum ada rencana pertemuan antara Wapres dan Habib Rizieq.

Di hari yang sama secara terpisah, PP Muhammadiyah mendukung bahwa langkah yang bagus kalau Wapres Ma’ruf Amin dapat bertemu dengan Habib Rizieq. “Walaupun idealnya bisa langsung, tidak perlu mediator,” kata Sekretaris Umum PP Abdul Mu’ti, Senin (23/11/2020).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya al-azhar masjid al-aqsha Grand Syeikh Al-Azhar Menolak Sebut Ikhwanul Muslimin ‘Teroris’
Tulisan selanjutnya Taujihat Jakarta MUI Singgung Penegakan Hukum yang Diskriminatif dan Tebang Pilih: “Wujudkan Keadilan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?