Hidayatullah.com– Berbagai bencana alam di berbagai daerah di Indonesia menyebabkan terjadinya banyak pengungsi dan lokasi pengungsian. Di saat yang sama, bencana non alam berupa pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Terkait itu, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana meminta dilakukannya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pengungsian. BNPB pun mengaku akan melakukan upaya terkait pencegahan tersebut.
Kepala BNPB Doni Monardo yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 itu, mengaku memberikan dukungan berupa alat tes cepat antigen untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan Covid-19 di lingkungan pengungsian.
“Nanti akan ada proses swab antigen, untuk kita menjamin para pengungsi tidak terpapar Covid-19,” kata Doni dalam siaran pers BNPB pada Senin (18/01/2021) pagi.
Baca: 81 Orang Meninggal Akibat Gempa Sulbar, 1.150 Unit Rumah Rusak, Relawan Terus Bergerak
Apabila terdapat warga pengungsi yang reaktif berdasarkan hasil swab test antigen, maka akan segera mendapatkan tindak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.
Selain itu, Doni juga meminta penangananan pengungsian warga yang terdampak bencana, dalam hal ini gempa bumi Sulawesi Barat, agar memisahkan antara kelompok rentan dengan usia muda. Hal ini guna mencegah penularan dan mengantisipasi adanya potensi risiko penyebaran Covid-19 di tempat pengungsian.
“Di pengungsian diharapkan ada pemisahan antara kelompok rentan dengan kelompok yang berusia muda. Kelompok rentannya harus kita lindungi karena ada Covid-19,” sebut Doni, Ahad (17/01/2021).
Kelompok rentan yang dimaksud adalah bagi mereka yang berusia lanjut, warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil, ibu menyusui, disabilitas, serta balita dan anak-anak.
BNPB mencatat, berdasarkan data per Ahad (17/01/2021) pukul 14.00 WIB, sebanyak 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian di Sulbar sebagai dampak gempa bumi M 6,2.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, hingga Ahad (17/01/2021), di Indonesia terdapat kasus positif Covid-19 sebanyak 90.7929 orang. Yang sembuh 73.6460 dan meninggal 25.987 orang.
Baca: Gunung Semeru Meletus, Banjir Halmahera, Longsor Manado, Menambah Daftar Bencana Awal 2021
Sementara itu, sebelumnya pada Sabtu (16/01/2021) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah kembali terjadi gempa bumi dengan kekuatan M5,0 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.
BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.*