Hidayatullah.com– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asti meminta KSAN tidak menindaklanjuti laporan Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) terhadap Prof Din Syamsuddin.
“Saya melihat laporan GAR ITB mengandung unsur ketidak hati-hatian. Sehingga sangat disayangkan langkah yang dilakukan oleh GAR ITB tanpa proses kajian mendalam. Kuat dugaan laporan GAR ITB sangat dangkal dan mengandung unsur mencari sensasi,” ujar Andi Fajar dalam keterangan persnya dikonfirmasi kepada hidayatullah.com, Rabu (17/02/2021).
Laporan GAR ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan pelanggaran kode etik aparatur sipil negara (ASN) oleh Prof Din itu menuai banyak polemik.
“Semestinya alumni yang mengaku dari kampus ternama seperti ITB harus punya pemahaman yang utuh jika ingin menarik justifikasi terhadap seseorang. Karena apa yang dilakukan GAR ITB ini telah menimbulkan kebisingan publik dan berpotensi merusak citra ITB itu sendiri,” ujar Andi Fajar.
Andi Fajar menilai GAR ITB tidak menguasai poin kode etik ASN. Andi Fajar pun berharap KASN tidak menindaklanjuti laporan yang masuk karena seorang Din Syamsuddin tentu sangat jauh dari apa yang dituduhkan GAR ITB.
“Dalam tubuh beliau, mengalir darah NU dan Muhammadiyah sampai detik ini. Juga sosok akademisi dan cendekiawan sejati yang mustahil ada darah ideologi radikal. Justru beliau selalu mendorong gagasan garis tengah dan toleransi,” pungkasnya.*