Hidayatullah.com — Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta kepada pemerintah daerah atau pemda, terutama untuk wilayah dengan zona merah dan oranye, agar membenahi penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing untuk mengurangi penyebaran virus di masyarakat.
“Mohon bupati dan wali kota, utamanya yang berada di zona merah dan oranye, untuk membenahi penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing sehingga bergeser ke arah yang lebih baik,” kata Wiku lewat keterangan pers yang dihadiri Hidayatullah.com mengenai perkembangan Covid-19 di Indonesia yang dilakukan secara daring di Jakarta, Kamis (16/02/2021).
Selain itu, Jubir Satgas Covid-19 meminta kepada seluruh pemda, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia untuk secara rutin memantau perkembangan zona risiko wilayahnya masing-masing.
Wiku mencatat terjadi peningkatan jumlah wilayah dengan kategori zona merah dan oranye di seluruh Indonesia.
Baca juga: Saatnya Umat Islam Berperan Melawan Covid-19
Wilayah dengan zona merah Covid-19 meningkat dari 43 menjadi 44 kabupaten/kota dibandingkan dengan pekan sebelumnya, sedangkan wilayah zona oranye meningkat dari 346 menjadi 359 kabupaten/kota dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Wilayah dengan zona kuning dan zona hijau yang diharapkan untuk bertambah malah menjadi berkurang. “Wilayah zona kuning berkurang dari 109 menjadi 96 kabupaten/kota, sedangkan wilayah dengan zona hijau berkurang dari 12 menjadi 11 kabupaten/kota,”ujarnya.
Lebih lanjut, Wiku menuturkan penilaian zonasi risiko Covid-19 berdasarkan analisis tiga indikator, yakni epidemiologi, kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Meskipun minggu ini terjadi penurunan kasus, kata dia, zonasi risiko malah bergeser ke arah yang lebih berisiko.
“Penurunan kasus saja tidak cukup membuat kabupaten/kota bergeser zonasinya ke arah yang kurang berisiko. Diperlukan konsistensi dalam upaya penanganan kasus yang masih ada agar menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan,” kata Wiku.