Hidayatullah.com – Pagi yang cerah di hari Rabu, 27 Mei 2026, membawa nuansa yang berbeda dan penuh keberkahan di Dukuh Kwarasan. Di kebun samping rumah Bapak Harun, yang berlokasi tepat di depan Masjid Dukuh Kwarasan (RT 01/RW 03, Desa Doplang, Kec. Teras, Kab. Boyolali), denyut kehidupan terasa begitu hangat. Bukan sekadar rutinitas tahunan, hari itu menjadi saksi betapa eratnya jalinan persaudaraan warga dalam balutan ibadah qurban.
Sejak matahari baru memunculkan sinarnya pukul 07.30 WIB, warga dari berbagai kalangan—bapak-bapak, ibu-ibu, hingga barisan pemuda—telah berkumpul dan lebur menjadi satu tanpa sekat. Mereka hadir membawa satu niat yang sama: menunaikan syariat Islam sebagai wujud syukur yang mendalam kepada Allah SWT, sekaligus merawat benih-benih kepedulian terhadap sesama.
Suasana kekeluargaan dan gotong royong langsung terasa begitu kegiatan dimulai. Tak ada yang berpangku tangan; setiap warga mengambil peran dengan penuh keikhlasan demi kelancaran acara. Di satu area, dengan sigap dan mengedepankan syariat Islam, bapak-bapak dan para pemuda saling bahu-membahu dari mulai persiapan lokasi, penyembelihan, hingga proses pemotongan, pembersihan, dan pengemasan daging qurban. Peluh yang menetes seakan tak dirasa, tergantikan oleh canda tawa dan semangat kebersamaan.
Sementara itu, pemandangan yang tak kalah menyentuh hati terlihat di area dapur. Para ibu dengan cekatan bergotong royong meracik bumbu dan memasak hidangan spesial: soto daging. Aroma harum rempah yang menguar di udara menjadi pelengkap kebahagiaan hari itu. Hidangan soto ini bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol kerekatan hati, yang dinikmati bersama di sela-sela kesibukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat persaudaraan.
Peristiwa hari ini mengajarkan kita sebuah makna yang mendalam. Pelaksanaan qurban di Dukuh Kwarasan bukan semata tentang menyembelih hewan dan membagikan dagingnya. Di balik setiap potongan daging yang dikemas, terdapat nilai silaturahmi yang terus dirawat, kekompakan yang dijaga, dan keikhlasan yang terpancar dari setiap warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Dukuh Kwarasan membuktikan sebuah pesan kehidupan: bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang saat kita menerima, melainkan justru mekar dengan indah ketika kita mampu berbagi dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan penuh khidmat. Daging-daging qurban yang telah dikemas rapi kemudian didistribusikan, siap membawa senyum bahagia bagi saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
Semoga kehangatan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang tergambar di Dukuh Kwarasan hari ini tidak berhenti di sini. Semoga momen ini terus menjadi pelita yang menerangi semangat persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat untuk masa-masa yang akan datang.*/Fatimah Jundi Izzati
Mahasiswa KPI kelas Hybrid semester VIII




