Hidayatullah.com– Sebuah kelompok hacker yang berkaitan dengan Iran mengklaim telah meretas drone-drone milik dinas intelijen domestik Amerika Serikat FBI dan mengancam akan mengganggu penyelenggaraan final Piala Dunia yang dimulai pekan ini, kata sebuah kelompok pemantau hari Jumat (12/6/2026).
SITE Intelligence Group, sebuah organisasi yang memantau kelompok-kelompok ektremis, mempublikasikan sebuah pernyataan dari Handala yang mengatakan bahwa mereka sudah mengakses “selama berbulan-bulan” setiap gambar dan setiap tersangka yang ditangkap oleh kamera drone first-person view (FPV) yang digunakan oleh aparat FBI.
Para peretas mengatakan bahwa drone tersebut dilengkapi dengan fitur pengenalan wajah dan pemindaian plat nomor yang digunakan untuk memerangi terorisme,lansir AFP.
“Sebaiknya perketat pengamanan Piala Dunia Anda, kami tidak menyukai sebagian dari tim-tim itu sama sekali. Jangan lupa, FPVs ada di mana-mana; Anda tidak pernah tahu kapan salah satunya kemungkinan akan berada di dalam bus tim Anda,” kata Handala dalam sebuah pernyataan seperti dikutip SITE.
FBI mengerahkan drone di sekitar stadion-stadion tempat penyelenggaraan Piala Dunia guna menangkal keberadaan benda terbang ilegal.Penerbangan drone akan dilarang di stadion di Amerika Serikat lokasi laga, serta sejumlah lokasi nonton bareng (nobar) dan acara lainnya yang berkaitan dengan turnamen itu.
Handala pada bulan Maret mengklaim berhasil meretas akun surel Direktur FBI Kash Patrl dan mempublikasikan sejumlah foto pribadi dan materi lainnya di dalam jejaring.
Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah sampai 10 juta dolar untuk informasi yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi anggota kelompok hacker itu.*




