Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Juni 2026 21:12 9:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Juni 2026 21:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Luar Negeri China mengkonfirmasi penangkapan seorang akademisi Amerika Serikat dengan tuduhan aksi spionase yang membahayakan keamanan nasional China.

U Min Zin, direktur sebuah wadah pemikir yang fokus pada isu Myanmar, ditangkap pada awal Juni, kata sejumlah sumber sebelumnya kepada The New York Times seperti dilansir BBC.

Dia diduga menghilang saat berada di kota Kunming di China, yang berbatasan dengan Myanmar, kata laporan itu.

Penjelasan lebih lanjut tentang penangkapan itu – yang tidak biasa karena China nyaris tidak pernah menangkap warga negara Amerika Serikat dengan alasan keamanan – tidak tersedia.

Penahanan tersebut dilakukan beberapa pekan setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping, serta kunjungan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing yang akan dilakukan pekan depan.

Baca Juga

Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Beijing diketahui memiliki hubungan dekat dengan junta Myanmar, pemerintahan militer yang merebut kekuasaan lewat kudeta 2021.

Dikenal sebagai aktivis mahasiswa gerakan pro-demokrasi Myanmar 1988, Min Zin melarikan diri ke Thailand untuk menghindari pemerintah militer. Dia kemudian melanjutkan studi ke AS dan sempat pulang ke Myanmar pada 2010.

Menurut The New York Times, saat ini Min Zin bermukim di Thailand, tetapi juga tinggal selama beberapa waktu di AS dan Myanmar.

Min Zin saat ini menjabat direktur eksekutif di Myanmar Institute for Strategic and Policy Studies (ISP-Myanmar), sebuah wadah pemikir yang berbasis di Thailand yang mengkaji peran China di Myanmar, serta kepentingan, hubungan dan pengaruh regional China.

Menurut Centre for Social Innovation and Foreign Policy, dia saat ini juga tercatat sebagai mahasiswa PhD di University of California Berkeley.

Min Zin berada Kunming untuk menghadiri sebuah pertemuan pada 3 Juni ketika dia ditangkap aparat di bandara, menurut laporan AFP yang mengutip sejumlah sumber.

Salah satu sumber mengatakan kepada AFP bahwa keluarga Min Zin “khawatir” dan mereka menunggu perkembangan kabar dari Konsulat AS di Guangzhou, China.Min Zin dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam sebuah konferensi di Kathmandu akhir bulan ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
Tulisan selanjutnya Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Berita
11 Juni 2026 13:00
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Terbaru

  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

11 Juni 2026 11:24
Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

8 Juni 2026 21:00
Berita

Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral

8 Juni 2026 20:30
Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

8 Juni 2026 20:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?