Hidayatullah.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PP Muhammadiyah mempertanyakan alasan hilangnya frasa agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035. Merespon itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklarifikasi hal tersebut.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, mengatakan, sampai saat ini peta jalan itu masih dalam proses penyusunan. Oleh karenanya, peta jalan yang beredar bukanlah merupakan versi final. Dan masih akan terus diperbarui.
“Saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 oleh Kemendikbud masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak dengan semangat yang sama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi penerus bangsa,” kata Jumeri kepada wartawan, Minggu (07/03/2021).
Kendati begitu, menurut Jumeri, dan pihaknya menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang secara konsisten memberikan masukan serta kritik dalam proses penyusunan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 itu.
Baca juga: Muhammadiyah Tentang Hilangnya Frasa Agama di Peta Pendidikan Nasional 2020-2035
“Sedang dimatangkan dengan masukan berbagai pihak,” katanya. “Dan (Kemendikbud) akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya,” pungkasnya.
Diketahui, dalam draf visi Pendidikan Indonesia 2035 tertulis, ‘Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajaran seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.’*