Hidayatullah.com– Polisi menyatakan pelaku penembakan di Markas Besar (Mabes) Polri, ZA, menggunakan senjata jenis airberkaliber 4,5 milimeter. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan hal tersebut diketahui berdasarkan uji laboratorium forensik atas barang bukti yang ditemukan dari pelaku.
“Senjata yang dipergunakan pelaku merupakan jenis pistol airsoft BB bullet call 4,5 milimeter,” kata Argo melalui siaran pers, hair Kamis (02/04/2021), dikutip laman Antara News
Polisi, kata dia, masih menyelidiki asal usul senjata tersebut hingga bisa dimiliki pelaku.Airmerupakan jenis senjata angin yang menggunakan gas karbon dioksida (Co2) sebagai pendorong peluru.
Peluru yang digunakan berbentuk bola kecil atau gotri yang terbuat dari logam. Sebelumnya diberitakan, ZA datang ke Mabes Polri pada Rabu sekitar pukul 16.30 WIB dan menodongkan senjata ke arah petugas.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ZA merupakan seorang perempuan berusia 25 tahun yang diduga menganut paham Daesh/ISIS. Polisi menduga ZA sebagai “lone wolf” yang bergerak sendiri dalam aksi terornya, namun Densus 88 masih menyelidiki apakah dia terkait dengan jaringan teror di Indonesia.
Airadalah senjata tanpa bubuk peledak yang tampak seperti senjata asli dan biasanya dijual di toko peralatan olahraga dan toko retail lainnya dikutip dari Healthy Children, Kamis (1/4/2021), kutip Kompas. Beberapa dari jenis airini biasanya menjadi senjata mainan bagi anak-anak. Biasanya anak-anak menggunakan dengan menembakkan butiran plastik sebagai peluru, berukuran sekitar 6 mm.
Popularitas airsemakin meningkat. Namun, di kalangan anak-anak, tanpa pengawasan orang tua, senjata ini semakin berbahaya. Bahkan, seiring dengan popularitasnya, sudah banyak cedera mata akibat penggunaan airpada anak-anak.*